Malaysia: Putrajaya, Kota Pemerintahan Yang Ikonik.

Klik cerita sebelumnya 

Setelah berjibaku dengan bus yang lelet, yah seharusnya saya dari Ipoh sampai di KL itu pukul 5 sore tapi jadi ngaret sampai jam 7 malam. Sampai di TBS KL saya langsung naik KTM ke stasiun bukit jalil, disitulah saya menunggu host untuk di jeput, host yang sangat baik hati, dia menjemput saya dan malam itu juga saya ditraktir makan durian malaysia, uang cash saya tinggal 125 rm, wow suatu kegembelan hakiki, makan malam dengan burger Mekdi dan pulang kerumahnya yang mungil di daerah selangor, hangat dan nyaman, saya diberi ruangan utama untuk tidur, baju saya dicucikan, ah Allah maha baik ngasih kejutan manis, dimana badan sudah tak berasa apa-apa lagi. Saya tidur, dia dan anaknya tidur. Menunggu pagi sambil siap-siap untuk pagi ke Putrajaya, kenapa kesini karna kota ini adalah salah satu destinasi wajib kalau kita ke negara Malaysia.

Setelah siap dengan rencana ke Putrajaya, dan diberi sarapan Starbak, saya dengan sisa baju bersih sepotong ini, dinaikkan ke greb menuju stasiun bus, maklum dia tak sempat mengantar saya, karna mesti ke kantor buru-buru.


Okelah ini dia highlight saya di kota Putrajaya.

Hari selasa, 16 juli 2019.




1. Setelah sampai di stasiun bus, saya langsung bertanya ke kounter "dimana bus yang pergi ke masjid putra/pink?", dan petugas langsung menunjuk ke sebelah, ternyata saya harus membeli kartu tap bus seharga 10rm dengan saldo 5rm, yang untuk pergi pulang dari mesjid ke stasiun ini hanya butuh 3,5 rm.

pusat informasi bus di putrajaya

Saya menunggu bus datang, sepertinya bus menuju mesjid putra ini adalah khusus untuk turis yang menuju objek turis tersebut karna sang supir sendiri seorang guide, terlihat ia bisa berbahasa cina, inggris dan melayu yang baik. Jadi setelah naik saya ditanya mau kemana saja, karna saya bilang hanya ke mesjid putra, ya dia memberi saran "kalau kamu mau ke Kuala Lumpur selepas dari mesjip putra, saya akan membantu kamu naik bus ini lagi ke KL tanpa membeli kartu atau isi saldo di kounter yang mengharuskan isi 10 rm minimal, kamu perlu bayar ke saya 2,5 rm saja dengan sisa saldo 1,5rm di kartu kamu", wah cerdas sekali kupikir. Baiklah.

Bus nya keren lho, dia bisa mendaur ulang sendiri energi yang terbuang kalau sedang berhenti dan mesin hidup. Rasanya aku ingin teriak.

2. Sepanjang perjalanan dari stasiun menuju mesjid putra, gerimis mengundang, langit kelabu, saya menjumpai 2 wanita cantik yang sangat turis sekali gayanya, mereka bertanya kesana kemari dengan bahasa inggris yang patah-patah, mereka adalah 2 turis jepang yang punya tujuan sama dengan saya.

saya mungkin terlalu ramah untuk menjadi orang malaysia, maka saya dengan pede nya menawarkan bantuan kepada 2 onesan itu dengan bahasa jepang yang juga patah kalau saya indonesi-jin desu. Yah mereka memeluk saya, dan menganggap saya guide mereka sepanjang berkeliling di mesjid pink, sayangnya mereka tak boleh masuk ke dalam masjid karna pakaian mereka, sayapun menyarankan untuk memakai hijab/jubah yang disediakan oleh pihak masjid, lucunya petugas masjid mengira saya malaysian "akak lepas tadi kawan ke,,,, bisa bahasa jepun, tolong guide mereka untuk masok ke dalam". Hmmm baiklah.

3. Menuju siang hari, cuaca mulai tampak cerah dan gerah, saya dan mereka mencari makan dibawah masjid pink tersedia medan selera aka pujasera, mereka memilih sendiri seleranya, sayapun begitu. Memilih makan mie cina yang dibuat langsung didepan mata asli dari orang tionghoa muslim. kounternya bersebelahan dengan rumah makan padang, agak rindu lihat ikan sambal, tapi koq merasa bersalah, mahal banget. Akhirnya makan mie dan ujung-ujungnya tetap masakan padang, ahaha cuma beli lauknya saja.



semacam ramen tapi dengan rasa lebih thick.
Ada cerita tersendiri, kenapa mereka bisa sampai berjualan disini, mereka adalah warga tiongkok asli yang hijrah dan menetap di Malaysia, tidak bisa berbahasa inggris tapi bisa bahasa melayu. Saya suka mengobrol dengan mereka. Sangat bersahaja.

4. Setelah makan kami bertiga berfoto bersama, gerimis yang tak henti-henti membuat semua foto buram. Entah kalau di kamera mereka haha. Selepas itu kami berpisah saling bertukar no HP dan say goodbye. Saya melanjutkan tur di mesjid, istirahat sambil takjub melihat masjid sebesar ini ada fasilitas lengkap, bahkan wudhu wanita saja pakai lift, lalu solat zuhur disitu.




5. Pukul 3 sore saya mulai bosan dengan foto-foto yang tak memuaskan karna cahaya ilahi tak jua terang, saya melanjutkan perjalanan dengan menunggu bus dengan supir/guide yang tadi. Sepanjang perjalanan balik, barulah saya tahu gedung-gedung pemerintahan berada di satu kawasan yang sama serta rumah-rumah para pejabat yang dekat dengan kantornya, tak lupa bangunan hijau besar seperti istana diatas bukit dalah kantor perdana mentri kerajaan Malaysia. Naik bus langsung menuju kota KL dan turun di central market, tak punya ide saya melihat map, kira-kira dari situ saya bisa kemana saja, ternyata dengan berjalan sedikit saja saya bisa menjelajahi laluan kolonial.


turun disini langsung masuk kedalam untuk windowa shoping


dimulai dari sini

Satu areal peninggalan kolonial inggris yang menjajah malaysia kala itu meninggalkan bangunan-bangunan indah terawat dan terjaga sampai sekarang, saya ternganga, haru, nangis. Dua alasan kenapa saya nangis, pertama saya sudah capek sekali, kedua sungguh kotaku juga layak dibuat seperti ini bagusnya.


bersebelahan dengan central market berisi satu lorong, pedagang souvenir dan snack. 
  
gedung tekstil



seluruh cerita tentang kuala lumpur ada di dalam gedung ini, sangat informatif

miniatur gedung abdul samad kebanggan rakyat malaysia

areal dalam gedung abdul samad

6. Sore menjelang magrib, perut keroncongan, kehausan juga, saya beli samosa, gorengan yang sehat menurut saya haha, beserta jeruk peras, saya duduk dipinggir kali, areal river life maksudnya, koq takjub setiap ramai pengunjung yang duduk dipinggir sungai, sungainya mengeluarkan sejenis uap agar tampak fantastis. terkesiap dengan hal ini tampaklah secuil penampakan masjid jamek dipusat kota KL. 


pemandangan yang tak biasa di pinggir sungai. masjid jamek di ujung sana.


penampakan depan masjid jamek ada payung mirip di masji nabawi madinah




secret garden masjid jamek

Saya jalan lagi menuju masjid dari pinggiran sungai yang bersih lagi indah ini, sambil trying to be act lokal, dan menunggu solat magrib di mesjid jamek. Agak canggung karna solat di mesjid ini ada ibadah solat sunat sebelum solat wajib magrib.

Sehabis magrib saya pulang menuju bukit jalil naik KTM yang ternyata stasiunnya pas di depan masjid, sampai di stasiun bukit jalil dan menunggu jemputan host sambil foto-foto ternyata disebelah stasiun ini adalah sport center kuala lumpur duh keren sekali, tak lama saya berjumpa turis arab yang tidak bisa pulang karena tak tau cara order greb. Akhirnya saya menggunakan akun saya untuk membiarkan dia pulang terlebih dahulu. Dia mengucapkan terimakasih dengan bhasa arab selebihnya saya tak tau lagi karna agak panjang, apakah dia berdoa untuk saya, mudah-mudahan benar, syukron aamiin.

sebelum pulang, refresh dulu sama minuman segar nan praktis ini cukup 5rm

tangga di stasiun KTM bukit jalil, ada kata motivasi

disinilah saya tinggal bersama host

ada taman bermain

Pukul 9 malam saya dijemput host, kami berjalan menuju kawasan komplek perumahan yang banyak fasilitas untuk orang-orang pekerja yang tak sempat mencuci pakaian, membeli makan malam, saya pilih char kwetiau bersama host sambil menunggu mengeringkan cucian.


jangan lihat tampilannya, char kwetiau yang enak ini penuh rasa sampai tetes terakhir. ah betapa aku cinta Indonesia.

Sekian cerita hari kelima untuk trip ini, eits mash ada cerita seru untuk 2 hari lagi, stay tune yak.

Malaysia: Putrajaya, Kota Pemerintahan Yang Ikonik. Malaysia: Putrajaya, Kota Pemerintahan Yang Ikonik. Reviewed by Ceritajalan.com on Agustus 18, 2019 Rating: 5

16 komentar:

  1. Seru ya jalan-jalannya. Bangunan Gedung tekstil kayak ada kubahnya ya? Tadinya aku menduga masjid eh bukan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya desainnya mirip2 dengan gedung2 lainnya, bagian yg saya suka kalau di KL ya daerah laluan kolonial ini krn bersejarah.

      Hapus
  2. Wah, menarik kisah perjalanan dari Ipoh ke Putra Jayanya. Saya ingin ke KL beberapa bulan ke depan, Mbak. Dan sedang nyususn itinerary. Penginnya KL, Ipoh, Putra Jaya. 4 hari cukup gak ya mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cukup, susunannya begini, kamu ke KL dlu trus Ipoh lgsg putrajaya, balik lagi KL.

      Hapus
  3. Pusat pemerintahan yang dibedakan dengan pusat ekonomi..berarti sama dengan Amerika.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bang,, karna kan negara mereka sama ada negara bagian juga.

      Hapus
  4. Akak ni lovely sangat lah... Tak kenal dengan onesan pun nak bantu juge.
    Patut lah akak pun dibantu host di sana ♡♡

    Eh akak, patutnya bas macam tu dipakai kat sini ya..

    BalasHapus
  5. Aduh juara x lah memang Kak Echy kami inilah,, bisa ngebolang sendiri di negeri orang. Mantul, thank u for sharing yaa, Chy

    BalasHapus
  6. Bus yg bagus, bisa daur ulang sendiri kala berhenti.
    Moga2 kita segera punya, secara skrg ini lagi trending rtm n mono rel

    BalasHapus
  7. jujur kak..3 tahun tinggal di sana..di selangor dan intens juga bolak balik KL medan tp ane tak pernah ke putrajaya ini hahah.... tp klo keliling mana2 boleh lah I temankan sekitaran selangor hahahahaha... nanti kaka kawani ke putrajaya krn sumpah gk pernah kesana hahajaja..

    btw tulisan kakak membuat ku menunggu certa slanjutnya hihi

    BalasHapus
  8. Emang disnaa starbak gak mahal,
    Mau lah aku dikasi sarapan croissant dan kopi mahal wkwkwk 😂

    Kak, request artikel tentang host yaaa

    BalasHapus
  9. Isshhh,, jadi pengen ngebolang juga dv baca tulisan kk. Apa daya harus nunggu anak2 agak besar dikit dulu.

    BalasHapus
  10. pake cs ya kak buat hosting? terus itu disana starbak nya beneran murah kak e? nantik starbak kw.

    BalasHapus
  11. Aje gile ada yang kayak sejenis ramen itu ya... Jadi tertarik kulinernya daripada tempatnya 😃😃. Apalagi minuman praktisnya itu huhu... Char ketiaw... Bahas kuliner khusus kak. 😃😃

    BalasHapus
  12. Serunya travelling ke putra jaya. Masih jarang ya kk, yang kesini tahunya KL aja. Padahal gak kalah bagus.

    BalasHapus
  13. Enaknya jalan2 pakek pemandu ya kak, dikasi rekomendasi makanan enak, mesjid di putra jaya ni awak liat kayak mesjid di banda aceh lah

    BalasHapus

Terimakasih sudah memberi komentar dengan sopan

Diberdayakan oleh Blogger.