,

Malaysia: Ipoh The Oldtown White (coffee) City





Di perjalanan bus menuju kota Ipoh, saya harus tiba di Terminal Bersepadu Selatan Kuala Lumpur sambung bus lagi dari situ, entah kenapa perjalanan biasa Singapore menuju Kuala Lumpur itu 5 jam, saya bisa 9 jam jadinya telat sampe hostel di Ipoh jam 1 malam. Padahal dari Singapura jam 1 siang, bayangkan lelahnya diperjalanan darat, eh lebay denk, faktanya saya selama di dalam bus 2 x ganti itu asik-asik saja, karna busnya nyaman, lega, ada penahan kaki buat tidur, jadinya ya tidak berasa capek, supirnya juga baik karna bolak balik berhenti dan mau nungguin kita para cewek-cewek yang lama di toilet, boleh mandi juga, sepanjang jalan darat ini banyak perhentian bus atau mobil-mobil yang berhenti dekat pom bensin.

Okelah ini dia highlight selama di Ipoh.

Hari senin, 15 juli 2019. 

1. Sampai di kota Ipoh tengah malam, langsung kabari hostel kalau checkin telat, hostel cuma 15 rm/malam di female dorm berisi 4 orang Jepang dan saya tanpa bersih-bersih langsung tidur. Kotanya mirip dengan Penang, bangunannya, orang-orangnya juga banyak warung kopi.



gedung pernikahan di Ipoh.


jembatan sungai Kinta.


look familier with this building.


bersih dan teratur

2. Terbangun jam 9 pagi langsung buru-buru seperti orang ketinggalan pesawat, maklum waktu saya di Ipoh cuma 4 jam untuk mengitari kota dan menikmatinya, saya lupa pasang alarm, apakah karena kecapekan? mungkin. Dalam setengah jam saya sudah siap-siap menuju kota, sekalian packing untuk checkout. 

3. Jalan kaki dari hostel menuju daerah mural ternyata dekat hanya sekitar 1km, Concubine lane seperti Haji lane di Singapura, merupakan tempat atau pusat oleh-oleh dari kota Ipoh, lalu saya menghadiahi diri membeli gelang lucu 7rm. 


lorong concubine


tempat saya membeli gelang keberuntungan katanya




Jalan-jalan keliling sambilan take photo, banyak banget mural lucu nan instagramable, siapa lagi yang membuatnya kalau tak Bang Ernest. Sayang sekali saya tak bisa berfoto dengan mural-mural itu karna cuma bertemankan sepi, cuih. hahaha. 

mural di sudut lorong-lorong rahasia. menemukannya secara tidak sengaja.

lorong rahasia

salah satu mural yang menggambarkan kelebihan kota ini, yakni warung kopi


tempat parkir 









mamak maksa, heeh




4. Ipoh 2x lipat panasnya dari Medan. Pukul 10 pagi, matahari serasa pas di atas kepala, ya ampun, mana gak bawa payung, tapi tak mengapa, syukurnya botol portable air saya selalu diisi penuh jadi tidak dehidrasi.

5. Plan B adalah hidden gem di Ipoh, merupakan kompleks bangunan tua yang dijadikan objek turis, berisi restoran Plan b, toko-toko cendramata, dan barber.



restoran yang hype

gembok cinta

lokasi epik buat foto-foto, sepi dan berada di sudut

cantik ya, kesannya magis.

satu komplek dengan restoran plan b, toko souvenir



salah satu mural di komplek bangunan itu

toko buku yang keren seperti pub hehe

more shops

toilet umum, yang bersih tapi pintunya setengah badan saya




ini dia penampakan gedung tua yang isinya toko-toko tadi, epik bukan?

5. Menyusuri Heritage Trail Ipoh, yang membuat saya menemukan konklusi bahwa nama oldtown white coffee berasal dari semua bangunan tua yang berwarna putih dan orang-orang yang suka minum kopi dengan mentega.

dari titik inilah banyak gedung-gedung tua berwarna putih dan terawat, peninggalan sejarah yang benar-benar dijaga.


birch clock tower

setiap sejam sekali menara jam ini berbunyi

Masjid negri perak


saya makan siang dan istirahat di pujasera ini.
 
masih ada yang mengetik dengan mesin tik disekitaran masjid


dewan bandaran Ipoh, bangunan terbesar dan termegah di Ipoh menurut saya, mengelilinginya saja seperti satu putaran lapangan bola.


tugu memoar 


kantor pos Ipoh

gedung apakah ini, hayooooo





Makan siang di bangunan Medan Selera (pujasera) berisi banyak makanan dan minuman halal karena letaknya pas di depan Masjid Negri Perak. Sekitar 6 rm saya dapat makan siang nasi cumi dengan minuman horlic yang mengenyangkan dan puas. Tak lupa membeli kopi dengan bungkusan yang unik.

bukankah dengan cara ini mereka sudah sadar akan bahaya pemakaian plastik.

6. Ipoh adalah ibukota negara bagian Perak, Malaysia ternyata sebuah kota ditengah gunung dan bukit berbatu. Terlihat dari selama perjalanan yang hanya pemandangan bukit batu selama 5 jam di bus menuju KL. Kota penuh sejarah yang baru kali ini saya datangi, saya takjub dengan perawatan mereka akan gedung-gedung tua nya, ah sekali lagi saya tak ingin membandingkan dengan kota tempat tinggal saya. Dengan motto kota Ipoh : bersih, hijau dan maju, saya menemukan faktanya bahwa sesuai dengan tagline mereka "ipoh wow". Mereka tak main-main dengan daya tarik objek turis meskipun kota ini kecil dan cenderung sepi.


Yaps sesingkat inilah perjalanan di Ipoh tapi tetap berkesan di hati, next kalau ada waktu kesini lagi saya ingin ke Kelly castle (itu loh lokasi syuting film Anna and the king yang dibintangi Jodie Foster) di daerah Batu Gajah sekitar setengah jam lagi dari kota Ipoh. Saya bisa bilang Ipoh adalah kota termurah se-Malaysia.

Banyak juga hal lucu yang saya temui di kota ini, saya kira di kota negara maju tidak ada pengemis eh rupanya ada tapi hanya satu orang dia minta dengan sopan, "akak minta seringgit" di dekat medan selera Ipoh, sama seperti di Singapura dekat mesjid sultan, "akak 2 dolar je", saya ya gak ngasihlah enak aja 20ribu rupiah loh itu. Jiwa miskinku meronta.

bahasa yang saya sukai selain bahasa indonesia
perhatikan kendaraan diseluruh Malaysia, rata-rata menggunakan motor tua seperti ini.

Pukul 1 siang saya balik ke hostel ambil tas, maklum saya ambil jadwal berangkat ke KL pukul 1.30 siang. Lalu ke stasiun bus dan berangkat menuju Kuala Lumpur. Okeh nantikan lanjutan ceritanya, masih ada 3 hari lagi di Malaysia, see u bye.


Share:

14 comments:

  1. Wahhhh...epic memang ya bangunan tua di ipoh ni..tau banget mereka ya potensi mereka untuk mendatangkan turis de bangunan tuanya jadi di rawat n dijaga...ehh di situ lengkap ya bukan cuma bangunan tapi masih ada yang pake kereta kalau di kita kereta astuti lah itu ya...sama masih ada yang pake mesin tik...apa itu sengaja ya biar memperkuat kesan old town nya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kk sepertinya bikin betah, cm yg gatahan panasnya itu. Worrrrr

      Delete
  2. Mbaak, turun stasiun Ipoh selanjutnya naik apa ya? Konon di sana tidak ada angkutan umum. Bisanya Grab aja.

    Trus klo beli karcis bis sebaiknya menjelang berangkat atau sehari sebelumnya ya? Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tergantung mbak nya mau kemana, soalnya pas disini kemarin saya jalan kaki truss haha, dan naik Grab, saya ga tau kalo naik bisa.

      Delete
  3. Kakak kalo beli2 gitu pake jenius atau emg udh tukar uang kian?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yg terpaksa kartu jenius. Pas. Belanja di. Store besar. Klo yg di outlet kecil pake cash aja hehe

      Delete
  4. Dulu ke Ipoh cuma lewat aja pulang dari Bandara Penang haha ternyata se epik itu yah, bangunannya aja tua dan terawat tapi isinya milenials

    ReplyDelete
  5. Kak, bangunan yang tadi serasa de javu sama bangunan tua medan ya kak.
    Kendaraan sepeda motor mereka memang jelek gitu ya, tapi mereka rajin ganti mobil. Hihihi

    ReplyDelete
  6. Sm teman yg warga sana, dulu selalu minta dibeliin Ipoh White Coffe, Rasanya lebih lemak dr kopi² yg ada di Medan yaa...
    Thanks for sharing, Echy... Informatif dan inspiratif. Like it

    ReplyDelete
  7. Itu ada bangunan mirip kantor Lonsum di seberang merdeka walk ya kak, wkwk. Kota nya bener-bener dijaga ya utk wisata. Sepertinya Medan bisa dibuat kyk gitu kak ci..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa banget lah, kalo masyarakat nya bisa diatur kek mereka tanpa preman haha

      Delete
  8. Bangunan tua tapi bersih dan terawat yang kak, Moga daerah ruko tua di medan bisa disulap jadi begini. Sedih liatnya tidak terawat. Padahal bisa seepik ini, dan jadi tempat wisata

    ReplyDelete
  9. Pernah lihat dr youtubenya Ria SW ttg kota Ipoh ini, banyak kuliner enak dan white coffenya ngetop bgt tapi kopinya gak white seperti namanya hihi

    ReplyDelete

Terimakasih sudah memberi komentar dengan sopan