Vietnam : Cafe Hopping, The Best Coffee or Place?

Istilah "Cafe Hopping" baru diperkenalkan anak-anak zaman now untuk membudayakan minum kopi di cafe-cafe cantik tanah air baru 3 tahun belakangan ini, disebabkan datang ke kedai kopi bukan saja untuk minum kopi tapi karena tempat yang estetik untuk menangkap gambar, adakah untuk keperluan sosial media atau juga bersosial secara harfiah.

Trend ini sebenarnya sudah lama dibuat oleh orang-orang Indonesia, hanya saja istilah ini baru menjamur sekarang karena masalah waktu, kalau dulu cafe hopping istilahnya datang ke cafe-cafe itu dalam masa ya sehari 1 cafe, tapi sekarang dalam sehari bisa beberapa cafe, thats why called cafe hopping in the same time.

Saya sendiri mencoba cafe hopping dalam sehari paling kuat cuma 3 cafe, sebab selain memakan biaya juga sudah berkurang rasa ingin tampil eksis lewat foto-foto di cafe. hehe maklum ada rasa malu kalau berlama-lama cuma beli segelas tapi duduk 3 jam,  kebanyakan foto daripada jajan.

Di Kuala Lumpur saya mungkin agak kurang datang ke cafe karna suatu alasan, biaya dan juga waktu yang kurang, tapi sewaktu saya berkunjung ke Vietnam 2 minggu lalu, moment ini saya gunakan untuk "cafe hopping" yang sebenar. Dimulai dengan googling dan shortlist cafe-cafe itu di social media, kira-kira cafe mana yang viral dan yang banyak orang-orang review. Maka kami pun datang kesitu.

So, inilah dia cafe hopping yang kami kunjungi selama di 2 kota di Vietnam, Sai Gon dan juga Da Lat.
Adapun listnya sebagai berikut:

1. The Cafe Apartment
Untuk menuju kesini kami dari bandara langsung menuju ke tempat ini, terletak di jantung kota Sai Gon (Ho Chi Minh). katanya tak sah ke Vietnam kalau tak merasakan langsung kopi Vietnam. So, dalam 1 gedung ini, semua isinya dari mulai tingkat 1 sampai 8 adalah cafe-cafe kopi kecil yang maksimal, maksudnya adalah kecil tempatnya tapi penyajian, pelayanan, dan taste nya betul-betul high level, mereka tau betul kopi atau minum kopi adalah produk andalan wisata mereka, mana menuju cafe-cafenya harus naik lift dan BAYAR hahaha, so mereka mengemas hal ini secara maksimal, dan betul saja apartment yang tadinya mungkin adalah tempat tinggal atau flat-flat kecil ini disulap menjadi beberapa cafe dengan ciri khas masing-masing. Saya ke gedung ini hanya berhasil ke dua tempat saja, pertama "Good Day Cafe" karna menawarkan pemandangan senja yang cantik, lalu ke "Po Cafe", ya cafe yang kedua ini lebih epik, sebab kafe ini lebih sepi dan suasana nya agak gelap tapi staff ramah. Sumpah ice coklat dan cheese bread-nya enak bangetttt.... ok saya spill tempatnya ya.












2.  Robin Hills Cafe dan Still Cafe
Sudah di Kota Da Lat, yups kami menuju 2 cafe pada hari pertama datang ke kota ini, 






2 cafe ini sangat viral di FYP tikt*k kalau mencari di hashtag berikut #cafedalatvietnam.

Robin hills cafe terletak di atas bukit, dan karena kami datang pagi hari dan cuaca sangat cerah saat itu, so, memang nampak terang semua, cafe ini penuh dengan taman bunga dan ayunan manja yang boleh banget untuk menambah koleksi foto2 kita.

Still cafe terletak di jalan kecil nan sempit, "hidden gem" cafe ini kalau tak pandai lihat map memang akan tersasar, tapi karena niat kita datang ke tempat ini harus jadi, disebabkan vibes Ghibli yang mereka tawarkan tentu saja ada Totoro statue yang menjadi pusat perhatian, so, di dalam Still Cafe ini ada banyak merchant yang menjual macam-macam, ada barang lain seperti aksesoris, baju dan pernak-pernik selain makanan dan minuman, dan yang lebih kami sukai lagi mereka tak memaksa siapapun yang datang untuk membeli, kalau tak punya rasa iba boleh datang hanya untuk foto-foto saja, malah mereka sangat mengizinkan ibarat mereka diuntungkan dengan banyaknya orang datang mengambil dokumentasi dan mem-viralkan secara tak langsung, itu merupakan cara marketing 4.0 yang tanpa sengaja membuat mereka jadi tambah engagement bukan...


berfoto bersama patung totoro di Still cafe





3. The Beti Dalat dan Reply 1994
Kedua lokasi ini sangat berlainan dan jauh dari pusat kota, sama-sama "hidden gem" yang satu punya suasana cafe ala rumah-rumah pinggir desa di Europe, dan satu lagi vibes bunga-bunga dan pemandangan alam. Kami datang kedua tempat ini di satu hari yang sama tapi berlainan waktu, The Beti Dalat pada siang hari kalau Reply 1994 pada malam hari.



menu di The Beti dalat


malam di cafe reply 1994







4. Jju cafe
Dari beberapa cafe yang kami kunjungi sementara ini, Jju cafe adalah yang terbaik, menuju ke tempat ini semacam kena scam/prank, bayangkan tempatnya jauh sekali dari kota, berada di pelosok juga dekat dengan daerah tambang, mana naik motor, panas berdebu,, TAPIIII........ semua terbayarkan ketika sampai sana, eitss cafe ini tidak buka seharian, sore hari pukul 6.30 sudah tutup, sampai di ujung jalan bukannya langsung pintu cafe tapi anda sekalian harus turun lagi dari perbukitan, saya sampai minta tolong ke orang lain untuk memarkirkan motor karna takut jatuh ke jurang hahaha









sepertinya itu saja kafe yang kami datangi selama di dua kota itu selebihnya, kami bukan cafe hopping tapi resto halal hopping. Disclaimer : untuk soalan apakah cafe-cafe itu halal atau tidak, setidaknya kalian faham bahwa mereka benar-benar kedai kopi yang menjual minuman dan kue/cake kecil sebagai cemilan kebanyakan croissant, eggtart, cheesecake, kalau ragu beli makanan ya beli minuman saja. untuk hal ini kembali ke pribadi masing-masing ya.
Harga rata-rata untuk sekali minuman mulai dari 50-60k VND dan makanan 40-75K VND. 

Okelah itu dulu, semua tergantung selera, kalau saya sih datang ke tempat-tempat itu selain karna ingin tahu, juga karena ingin menikmati petualangan menemukan tempat "hidden gem" itu. 
Kalau kamu bagaimana?




Vietnam : Cafe Hopping, The Best Coffee or Place? Vietnam : Cafe Hopping, The Best Coffee or Place? Reviewed by Ceritajalan.com on Mei 07, 2024 Rating: 5

3 komentar:

  1. Duhh kadi rindu nulus tentang kuliner termasuk kafe dan resto dan tempat makan lainnya n tempat wisata juga.
    Mudah-mudahan habis anak anak terima raport, ada kesempatan janjalan dan mengunjungi dan nyeritainnya dalam blog.

    BalasHapus
  2. The Beti Dalat ini mirip rumah legend yang dijadikan cafe ya kak. Vibes nya berasa di rumah sendiri.
    Kalo Jju cafe berasa segar kali view-nya kak, banyak bunga dan taman.

    BalasHapus
  3. Cakep-cakep sekali hasil jepretannya, Kak. Coffee hopping ya istilahnya. Dulu kayaknya saya pernah melakukan hal ini . Nggak banyak sih karena rata-rata masih sulit menemukan tempat usaha.

    BalasHapus

Terimakasih sudah memberi komentar dengan sopan

Diberdayakan oleh Blogger.