, , ,

Budaya Coffee Cabin, Ngopi Cantik Dengan Pemandangan Danau Buatan Budayaland




Berwisata tak lengkap bila tak berwisata kuliner, yah kemarin saya mengunjungi Budayaland, setelah lelah berkeliling di areal wahana seluas 15 hektar, saya dan teman-teman beristirahat dan menyantap makan siang serta memuaskan dahaga dan ngopi cantik di Budaya Coffee Cabin.

Kafe dengan nuansa modern minimalis ini mempuyai 2 ruangan, outdoor dan indoor, di bagian outdoor kita akan disuguhkan pemandangan danau dan pulau buatan dari Budayaland, cocok untuk yang suka merasakan udara hangat dan angin semilir serta melihat pemandangan. Untuk yang indoor, juga tak kalah nyaman bagi yang ingin merasakan kesejukan AC dan ingin men-charger peralatan komunikasi disediakan stop kontak, dengan dinding kaca yang tak menghalangi pemandangan luar.

Kafe yang menyediakan kopi sebagai sajian utama ini, mempunyai berbagai menu unik dengan tentu saja racikan kopi, kami mencoba berbagai sajian kopi, mulai dari yang best seller sampai yang unik seperti, raspberry coffee latte. Bagi yang tak bisa minum kopi, juga banyak pilihan minuman segar lainnya, saya sendiri mencoba untuk minum jus sunkist yang nikmat sekali sampai tetes terakhir. Lalu untuk menu makanan utama juga tak kalah sedap seperti kudapan Nasi dan Mie, pilihan saya jatuh di Salted egg chicken rice. Hmmm sedap.

suasana di indoor kafe
raspberry coffee latte ice, ngopi cantik sambil menikmati pemandangan outdoor kafe

salted egg chicken rice sebagai pilihan  menu utama makan siang saya, enyaakk


jus sunkist yang segar sekali.
Setelah makan siang, kami pun masih bercengkrama dan bermain gawai masing-masing. Tak lama kemudian, tanpa terasa hari sudah sore, sebelum beranjak pulang kami memesan kopi serta snack, ala-ala coffee break, untuk menghangatkan suasana dan sambil mengobrol. Saya kembali melihat menu, oh ya, sistem disini adalah memesan langsung ke kasir, ada juga promo yang sedang berlangsung. Begitu saya mau order, ramailah orang-orang yang ingin menukar HTM Budayaland dengan minuman disini.


promo cashback sampai 15 desember 2019.

hot coffee latte
Kopi yang disediakan disini fresh, karna menggunakan mesin kopi yang standart international, saya tak ragu lagi untuk memesan kopi agar suasana santai dan tetap nikmat. Untuk range harga menu mulai dari 20ribuan, sesuai dengan rasa dan kualitas serta pelayanan. 

mesin kopi standart international.


avocado coffee, solusi penikmat buah yang ingin mencicipi kopi

mushroom soup yang creamy sungguh menggugah selera.

 
pancake hangat dengan ice cream sambil menyeruput kopi ah bahagianya.

 
menu makanan

menu minuman kopi dan lainnya

Kafe ini juga ramai oleh sebagian orang tua yang bila tak sedang menemani anaknya bermain wahana, maka mereka duduk bersantai serta istirahat sambil menyeruput kopi disini.

Sering juga menjadi spot foto prewed serta di booked untuk acara-acara ultah, gathering, arisan dan lainnya apabila disertai catering. Maka kafe ini di hari tertentu bagian outdoor sering digunakan untuk acara tersebut.

santai di outdoor kafe

Puas bermain, puas bersantap dan ngopi, akhirnya kami pulang dengan perasaan bahagia. Buat kawan-kawan yang ingin kemari, silahkan ke budayaland, nah kafe ini berada di dalamnya. Selamat menikmati weekend, bye.





/
Share:
Read More
, , ,

Travel Blogger Medan: Budayaland: Solusi Liburan Keluarga Bertema Alam Di Tengah Kota Medan




Hari minggu adalah hari libur bagi kebanyakan orang, maka saya juga ingin mengisi liburan kali ini ke suatu tempat yang dapat membawa suasana bersenang-senang untuk menyambut semangat di hari senin esoknya. Pagi itu gerimis, tak mengurungkan niat untuk datang berkunjung ke salah satu tempat hiburan yang kece di kota Medan, bernuansa semi outdoor, saya dan teman-teman sudah tak sabar untuk sampai dan bertemu di lokasi.



Budayaland, adalah pilihan tempat liburan sekaligus bermain yang pas untuk dewasa, anak-anak, kumpul bersama teman-teman, serta liburan keluarga, karena ada 20 wahana yang bisa dipilih untuk bersenang-senang. Saya sebelumnya sudah sangat excited, ketika teman-teman mengusulkan tempat ini.



Berlokasi di Jl. Medan - Tanjung Morawa Km. 12,5 No. 6, Sumatera Utara, Indonesia (bisa search google dengan keyword Budaya Resto), tidak terlalu jauh dari kediaman saya, sekitar 40 menit perjalanan menggunakan motor (tanpa macet), dan pukul 10 pagi tepat saya sudah sampai disana. Lokasi persisnya berada di belakang Budaya Resto, jadi terlebih dahulu kita akan menjumpai restoran lalu jalan sedikit ke belakang menuju Budayaland, apabila ada orangtua, wanita hamil, dan pengguna kursi roda, ada Shuttle car yang akan membantu untuk menuju lokasi, agar pengunjung merasa nyaman.


Shuttle car yang siap bolak-balik mengantar pengunjung dari Budaya resto menuju Budayaland



Sampai di gerbang depan, kita akan disambut oleh staff yang ramah dan mereka akan mengarahkan cara pembelian tiket masuk Budayaland. Berikut informasi tentang harga tiket masuk ke Budayaland.

HTM  : Rp 30.000 
VIP Pass : Rp 50.000 (Senin-Jumat), Rp 100.000 (Sabtu, Minggu & Hari Libur Nasional)

Keterangan:
HTM (Harga Tiket Masuk), tiket hanya untuk masuk di area Budayaland saja & tidak bisa digunakan untuk bermain. Namun tiket dapat ditukar dengan makanan / minuman yang seharga HTM di Budaya Coffee Cabin atau di Foodcourt Budayaland.
VIP Pass, tiket masuk sekaligus tiket main wahana sepuasnya di Budayaland. Namun tiket yang dapat ditukar dengan makanan / minuman adalah yang seharga HTM di Budaya Coffee Cabin atau di Foodcourt Budayaland.
NB: anak-anak dan dewasa harga tiket sama saja.
Contoh : 2 dewasa dan 2 anak, apabila semua ingin masuk dan bermain wahana wajib membeli tiket 4 VIP pass seharga 50rb/100rb per orang tergantung hari. Jikalau 2 dewasa hanya masuk Budayaland dan anak-anak saja yang bermain, cukup membayar 2 HTM dan 2 VIP pass.

Tiket VIP Pass saya.

For your information, Budayaland buka setiap hari dengan waktu-waktu tertentu seperti
Weekday (Senin-Jumat); 10.00 a.m. - 07.00 p.m. dan Weekend (Sabtu, Minggu & Hari Libur Nasional): 10.00 a.m. - 08.00 p.m. Dikarenakan memang sengaja ingin seharian liburan di tempat ini, mulai pukul 10 pagi Budayaland buka, dan sebelum kami ingin merasakan semua wahana itu, pertama sekali kami mengelilingi semua area karena dengan luas 15 hektar dibagi atas 3 zona yaitu centerland, funland dan greenfarm, maka diperlukan 2 jam untuk mengelilingi seluruh area Budayaland. Dari 3 Zona itu terdapat 20 wahana bermain di Budayaland yang dapat dimainkan untuk dewasa maupun anak-anak.

Tak lama matahari pun muncul. Kami berkeliling dan bersenang-senang sambil foto-foto, dan melihat-lihat serta memutuskan kira-kira wahana apa yang akan kita mainkan. Setelah lelah berkeliling, pukul 11.30 siang kamipun singgah ke satu-satunya kafe di dalam area Budayaland, bernama Budaya coffee cabin. selengkapnya mengenai kafe klik disini ya.

Setelah puas mengisi perut dan beristirahat, kamipun mulai menjelajahi wahana. Apalagi kalau bukan wahana yang sudah disediakan oleh Budayaland seperti berikut:

1.      ATV, saya tertantang untuk menaiki ini, operator mengatakan bahwa kendaraan ini aman, seperti mengendarai motor matic, dilengkapi dengan alat pengaman tubuh serta helm, juga guide 2 orang yang berjaga di depan dan belakang, kami hanya berjalan berkeliling satu putaran saja di area greenfarm. Seru!
safety first, syarat berat maksimal 80kg dengan tinggi badan minimal 120cm
2.      Bebek Dayung, meskipun mengerahkan seluruh tenaga untuk berdayung, kami senang, setidaknya kalori terbakar haha. Tetap dilengkapi pelampung karna danau ini punya kedalaman 3-7 meter. Wow!



3.      Becak Mini, untuk anak-anak
4.     Flying Fox, cocok untuk kegiatan outbond
5.      Gokart Mini
6.      Hand Boat, untuk anak-anak

7.      Kayak/Kano
8.      Kereta Api, rasanya tak puas kalau berkeliling tak mencoba wahana kereta api, meskipun 1 gerbong hanya cukup untuk kami berdua, selebihnya anak-anak, cukup menggembirakan.



9.  Nine Bot, ini seru, dimana saya bersaing mencoba wahana ini dengan anak-anak, menguji keseimbangan berat badan agar tak jatuh, seperti main skating tapi ini lebih mudah. Operator sangat membantu, memastikan pengunjung yang ingin menggunakan wahana dengan memakaikan kami semua alat pengaman.



10.  Obstacle Run
11.  Paint Ball, ini lebih seru, hanya di Budayaland, main wahana ini komplit, mulai dari baju, alat pengaman, serta alat tembak dipakaikan tanpa uang tambahan lagi. Minimal kalau mau main paint ball harus 4 orang agar bisa 2 lawan 2.



12.  Panahan/Archery, saya mencoba alat ini ternyata luar biasa berat, rasanya otot tangan saya kekar setelah mencoba panahan ini. Sungguh ku tak sanggup, tapi mengasyikkan.



13.  Sampan
14.  Sepeda

15.  Sepeda mini
16.  Tree Top

17.  Waterball

18. Mini Red Car

19. Zona Permainan Tradisional : Engklek Bambu - Engklek Batok - Congklak - Engklek - Bakiak.


Budayaland dilengkapi berbagai fasilitas diantaranya adalah : Musholla, Kamar Mandi, Taman, Foodcourt Jajanan, Stall Makanan/Minuman Budaya, Sitting Area, Tenda Transparan, Stall Makanan, dan banyak lagi. Setiap wahana diawasi oleh satu orang operator serta dilengkapi dengan alat pengaman untuk kenyamanan pengunjung.



Nah, ternyata di Budayaland banyak sekali program-program liburan yang bersifat edukasi, sewaktu kami berkeliling, kami sempat menikmati program-program tersebut diantaranya yaitu ;

1. Budaya Farm Tour : Kegiatan touring area Green Farm Budayaland serta kegiatan seru animal feeding yang akan dipandu oleh tim Budayaland, setiap hari minggu jam 15.30 WIB di Budayaland.

feeding ikan patin dan ikan mas

feeding sapi jenis frisian bernama Douglas

2. Budaya Special Activity : Kegiatan interaktif dengan sesama pengunjung yang meliputi Science Project, Family Quiz & Fun Game, setiap hari minggu jam 16.30 WIB di Budayaland.

science project

Selain kegiatan diatas tadi, ternyata Budayaland juga menerima berbagai kegiatan seru lainnya dengan tagline #DiBudayalandBisa, mereka memberikan one stop service kepada pelanggan, dan semuanya sangat negotiable, sesuai permintaan/orderan customer, sebagai berikut:
Fun Vacation, Wedding Venue, Field Trip, Prewedding Photoshoot or Class Photoshoot, Outbound By Budayacamp, Family or Group or Corporate Gathering, Birthday Party Venue, dan Events Venue.

Wisata Edukasi keluarga, Terutama anak-anak di Budayaland Berada di Area Greenfarm:

1. Pengenalan berbagai Fauna

1. 2 Burung Macaw ; Leo & Rocky




2. 2 Kuda Poni ; Jaka & Siti

sepasang kuda poni ini sedang dalam perawatan
3. Ikan Mas & Patin

4. Sapi Madura & Sapi Perah

5. Kelinci


2. Pengenalan Berbagai Flora

1. Hidroponik, tanaman sayuran
selada, yang juga digunakan untuk Budaya resto dan cafe cabin.
2. Kebun bunga matahari

3. Area persawahan terasering.

4. Ladang jagung


5. Aneka tanaman hias


Akhirnya pada pukul 5 sore, kami sudah cukup lelah dan sangat puas bermain disini, meskipun pukul 8 malam Budayaland tutup, tapi untuk wilayah Greenfarm pukul 6 sore ditutup atau kegiatan di area tersebut dihentikan karena akan menjelang waktu magrib, tapi setelah itu bisa dilanjutkan kembali sampai seluruh Budayaland tutup pukul 8 malam. Kami memutuskan untuk pulang, tak lupa sampai pintu depan sebelum keluar dari area Budayaland kita harus menggunting tanda masuk vip pass ke kolom-kolom kepuasan pelanggan seperti gambar dibawah ini.

level sangat bahagia


Catatan penting :

1. pakailah pakaian yang nyaman untuk anda dan anak-anak
2. tidak diperbolehkan membawa makanan dan minuman dari luar, kecuali makanan bayi dan air dalam botol
3. pakai sepatu dan bawalah payung untuk berjaga-jaga
4. bawalah pakaian ganti bila diperlukan
5. jagalah kebersihan lingkungan

Untuk reservasi dan lain-lain, hubungi marketing klik disini.

Oke sekian dulu liburan sehari yang menyenangkan ini, sampai jumpa lagi di weekend selanjutnya, bye...






Share:
Read More
,

Travel Blogger Medan: Museum Uang Sumatera



"Selamat datang ke museum" 

Kapan terakhir kali kamu pergi ke museum, kalau saya dari tahun 2017 itupun di negara tetangga, kalau yang di kota Medan ya baru kemarin 2 minggu lalu tepatnya.

Saat itu saya dengan Siska Hasibuan sudah merencanakan untuk jalan-jalan ke kota mencari referensi, lagi-lagi untuk konten, karna saya sendiri sudah lama tidak menulis di blog. Dan juga tujuan nya ke museum jadi saya mengiyakan.

alat tukar bernilai uang pada zaman kerajaan-kerajaan nusantara

Museum uang sumatera, hanya ada 3 di Indonesia, kota Medan menjadi salah satunya, berada di gedung juang 45, jl. pemuda no. 1 tepat di depan Hotel Hermes Medan. Museum ini merupakan koleksi asli dari seorang kolektor Bapak Sapparudin Barus, menurut informasi dari kurator museum, sudah terlalu banyak koleksi beliau sehingga harus ditampung di ruang khusus serta dipertunjukkan oleh khalayak ramai, masyarakat umum maupun pelajar. Koleksi uang disini berasal dari berbagai negara, sejarah serta berbagai daerah di kerajaan-kerajaan nusantara dan tampak terawat dengan baik.

uang asli dari negara Vietnam dan Zimbabwe

salah satu surat berharga yang berlaku pada tahun setelah kemerdekaan

uang 2 dimensi

sudut refrensi bacaan di museum



salah satu spanduk keterangan dari salah satu koin 




alat mesin cetak ORI

Semua koleksi yang dipamerkan juga tak hanya uang, tapi juga koleksi alat cetak uang pertama RI, yaitu mesin cetak kertas Oeang Republik Indonesia (ORI), serta semua alat tukar yang berharga dan bernilai uang, seperti cek, token, surat berharga, kupon bahkan stempel.

Ternyata duit itu tidak sama dengan uang. Bagaimana ceritanya, jadi di museum inlah saya juga baru mengetahui bahwa duit berasal dari kata Doyt, bahasa Belanda yang dimaksudkan untuk menyebut pecahan uang, sedangkan uang itu sendiri adalah nama bendanya. Menjadi similar karena penyerapan bahasa Belanda ke bahasa baku Indonesia menjadi "duit" yang juga diartikan sebagai uang.

Ada suatu hal unik yang mengganjal mata saya ketika ada satu uang pada masa transisi penjajahan Belanda selesai dan masuk penjajahan Jepang ke Indonesia.
Belanda masih menyokong gulden sebagai mata uang Jepang untuk digunakan sewaktu penjajahan Jepang di Indonesia, kalian harus lihat sendiri uangnya. Sampai pada kesimpulan saya bahwa penjajahan mempengaruhi peredaran mata uang dan sistem transaksi di suatu negara.

Masa Kejayaan Kesultanan Deli dan Perkebunan Tembakau di Sumatra Timur


Masa ini adalah masa dimana masjid raya Al-mashun dibangun, sekitar tahun 1800-an, Sultan dan pihak Belanda menjalin kerjasama dalam membuka lahan-lahan perkebunan, sehingga sampai terjadi konflik yang disebabkan oleh berlakunya sistem monopoli uang, kecemburuan sosial beserta ke-tidaksamarata-an sistem kerja berdasarkan ras/suku. Dan juga politik Belanda yang menghancurkan kepercayaan rakyat terhadap Sultan.

Hanya terdapat 1 alat transaksi yang berlaku dalam 1 kebun atau afdeling (pemukiman tempat tinggal masyarakat yang bekerja di kebun-kebun). Alat ini bernama token, nah token itu bernilai sama dengan uang tapi nilainya hanya sang pemilik kebun yang boleh menentukan berapa nilainya, lalu token ini hanya bisa dipergunakan pada jual beli di tempat-tempat yang sudah ditentukan si empunya kebun (rata-rata orang belanda) yaitu di kedai-kedai orang Cina. Token ini dibagi oleh pemilik kebun untuk menggaji rakyat yang bekerja di kebun mereka.


Sejarah Peredaran Uang di Indonesia Setelah Kemerdekaan


Tahun 1945, setelah merdeka, pemerintah Indonesia mencetak uang pertama yang disebut ORI sebagai mata uang sah negara, dimulai dari pecahan 1 sen sampai 600 rupiah.

Tahun 1947, Agresi Militer Belanda I, pihak Belanda ingin menguasai kembali Indonesia serta melumpuhkan perekonomian Indonesia, dengan cara mereka menyebarkan mata uang Belanda ke setiap daerah di pulau Sumatera sampai pulau Jawa, mereka membuat perbatasan-perbatasan yang dijaga oleh prajurit Belanda, sehingga ORI tidak bisa disuplai ke daerah-daerah, sementara Belanda mencetak uang juga di Indonesia dengan mata uang seri federal, untuk dipakai masyarakat. Sedangkan pemerintah tidak mau hal ini terjadi, maka pemerintah mengakali bagaimana ORI harus terus dipakai. Pemerintah kita membuat kebijakan setiap daerah harus mengeluarkan dan menggunakan uang daerah masing-masing dan di tandatangani pejabat setempat seperti gubernur, bupati dan walikota agar uang tersebut sah digunakan.

Tahun 1949, Agresi Militer Belanda II, pemerintah Indonesia mengupayakan dan berjuang sampai Belanda benar-benar diusir dari Indonesia, sehingga dampak dari hal ini adalah pemberhentian mata uang daerah yang hanya 3 tahun berlaku, namun banyak masyarakat masih menggunakan mata uang Belanda, pemerintah ingin menarik pengedaran mata uang Belanda yang masih berlaku agar dihapuskan, pemerintah RI membuat kebijakan, siapa saja yang yang mempunyal mata uang Belanda dipotong menjadi 2, bagian sebelah kanan menjadi alat obligasi pemerintah, sebelah kiri sebagai alat pembayaran yang berlaku dengan catatan juga bernilai setengah dari nilai uang yang berlaku saat itu. Sehingga pada masa itu banyak orang-orang depresi yang bunuh diri karna pemangkasan nilai uang tersebut. Usaha ini agar ORI tetap beredar dan dipergunakan secara massal di negara Indonesia.

Nah, bagaimana? sudah bertambah kan ilmu pegetahuan kita tentang sejarah uang, tulisan ini masih sedikit loh dari apa yang dipamerkan di museum tersebut, makanya buat kawan-kawan yang masih penasaran segera saja datang langsung kesana.

Bisa juga lihat cuplikan vlog saya di bawah ini.







Share:
Read More