,

Kebun Madu Efi, Wisata Kebun Bunga dan Madu di Tanah Karo.





Halo,, bagaimana menghabiskan akhir pekanmu, kawan ceritajalan. Saya sendiri hari minggu kemarin seperti biasa menghabiskan weekend bersama keluarga, kebetulan pak suami off, maka berjalan lah kami ke destinasi wisata alam terbaru dari tanah tinggi karo di Kabanjahe, yang katanya ada sebuah kebun bunga warna-warni bak diluar negri sana, karena penasaran berangkatlah saya naik motor (lagi)dengan suami, jaraknya juga tidak terlalu jauh dari kota Medan. Kami menyukai daerah wisata yang bertema alam, tapi saya tak bisa lagi naik gunung, dan tidak juga ke pantai entah kenapa panas matahari menyakiti kulitku, padahal kalau ditelusuri, laut adalah bagian masa kecil saya.

Baiklah saya kenalkan tempat itu bernama Kebun Madu Efi, adalah sehamparan kebun bunga yang dikelola untuk menghasilkan madu alami dari lebah-lebah yang sengaja diternak dipenangkaran mereka. Karena madu-madu tersebut dihasilkan dari berbagai bunga yang ditanam di daerah kebun mereka maka pihak pengelola sangat bergantung pada bunga-bunga tersebut. Nah pengunjung yang baik hati harusnya paham untuk tidak menginjak-nginjak bunga cantik yang sudah ditanam itu. Waktu saya kesana beberapa bunga cantik yang saya lihat di instagram mereka (MADU EFI) sudah tak ada, mengapa? yah karna pengunjung tak bertanggung jawab sudah merusaknya. Padahal peringatan serta jalur khusus untuk melihat bunga dari dekat sudah disediakan. Saya geleng-geleng kepala. 

Fasilitas wisata ini tidak hanya menyediakan kebun bunga untuk memanjakan para instagramer tapi ada juga fasilitas camping ground, dengan adanya tenda-tenda cantik yang disediakan untuk yang suka bermalam dengan aman. Untuk lebih lanjutnya bisa lihat silahkan cek disini klik.

Kesan pertama begitu sampai dilokasi tujuan, saya kagum, kagum dengan yang mengelola, mereka punya perspektif lain dari potensi wisata dengan membangun kebun ini. Di satu sisi memanfaatkan kebun bunga yang cantik untuk wisata selfie tapi juga untuk asal-muasal si lebah menghasilkan madu untuk dijual langsung oleh kebun itu. Apalagi dengan adanya camping ground yang lebih menjual wisata sunrise dan sunset nya apabila kawan-kawan mau menginap di kawasan ini. Sama seperti tempat wisata yang sudah pernah saya ulas sebelumnya disini .

Daerah kebun ini berada satu jalur dengan puncak 2000, dan arah ke lokasi Siosar, seperti biasa saya datang kesana masih dipandu oleh mbah gugel map, secara kami juga baru pertama kali kesana jadi butuh petunjuk. Selain petunjuk Tuhan kami juga butuh petunjuk jalan. Jarak waktu tempuh dari mulai rumah kami di Medan deli menuju lokasi Madu Efi hampir 100km dengan 3 jam perjalanan tanpa singgah, dikarenakan kami berangkat tepat pukul 9 pagi dan sampai dilokasi pukul 1 siang, kami singgah hanya 1 tempat, yaitu di rumah makan daerah Kabanjahe untuk makan siang. Tak lama setelahnya tibalah kami di Madu Efi.


Ohya, untuk kebersihan pihak pengelola sebenarnya sudah maksimal, dengan menyediakan tong sampah serta papan peringatan dimana-mana, hanya saja kewarasan pengunjung ini tak juga sadar akan kaidah-kaidah kebersihan sebagian dari iman, masih tampak bagi saya mereka membuang sampah seenaknya disekitaran bunga-bunga cantik itu, huft, menyedihkan. Banyaknya papan peringatan seperti untuk tidak merokok dikawasan kebun, tidak membawa dan menggunakan narkoba, tidak membawa senjata tajam, serta menjaga kebersihan.

Persiapan Penting :

1. Bawa snack dan minum sendiri, kantin tersedia tapi selalu penuh
2. Datang dihari weekday, karna lebih sepi, lebih puas lagi foto-foto
3. Hujan tidak terprediksi, biasanya diatas jam 3 sore selalu mendung, maka itu datanglah lebih pagi dan sedia payung untuk berjaga-jaga.
4. Pakai pakaian yang nyaman dan hangat
5. Pakai sepatu yang nyaman, dan kalau bisa yang tidak licin
6. Bawa pulang sampahmu sendiri.


Berikut adalah hasil hunting foto disekitaran lokasi kebun Madu Efi. Tidak ada fotografer selain kami berdua. Saya sengaja memilih lokasi yang jarang pengunjung melewatinya, mungkin kalau kawan sekalian melihat feed atau story di instagram Madu Efi, mungkin foto-foto pengunjung lebih jamak dikawasan bunga-bunga, kalau saya lebih memilih alternatif lain. 


papan di pintu gerbang

hanya 5000 rupiah perorang tanpa biaya parkir lagi.




salah satu papan peringatan disekitaran camping ground.




tenda yang disediakan, ada beberapa jenis, untuk 2 org sampai ber enam.

ketika angin berhembus sejuk, memang sengaja bawa properti untuk foto yang epic, hehe.

lokasi tenda-tenda 


gaya teranyar dari kami berdua tanpa bantuan fotografer dan pengarah gaya, alhasil hp diletak pada batu dibawah kami dengan menggunakan timer.

foto diambil dari lokasi dekat penangkaran lebah, agak lebih tinggi dari kebun


hanya satu kuda yang dipamerkan hehe.












sesungguhnya saya sungguh degdegan untuk menyentuhnya langsung.







Sekian ulasan saya mengenai tempat ini, saya suka, mungkin dilain waktu saya akan coba untuk menginap di camp ground nya, untuk sensasi lain dari tempat ini. Terimakasih kepada Awanethnic kain tenun etnik yang telah menjadi penambah properti epic yang saya pakai untuk berfoto.



Share:
Read More

Sesinema : Komunitas Nonton dan Diskusi Film di Medan



Sebuah terobosan. Meskipun sudah menjamur komunitas film di kota Medan tapi yang bertahan hanya segelintir. 

Adapun komunitas film baru ini bernama Sesinemaa, dikarenakan pencetus ide ini adalah salah satu tim dari KKM, ia menggawangi ide ini karena sebagian masyarakat yang doyan nonton hanya sekedar menonton, setelah itu selesai, dia punya pemikiran bahwa setiap film yang ditonton punya makna dan bahasan tersendiri yang enak untuk diperbincangkan atau didiskusikan.

Maka itu, Sesinema hadir sebagai komunitas movie screening and movie discussion, bukan komunitas pembuat film seperti yang ada kebanyakan. Tapi tidak dipungkiri akan membuat film suatu hari nanti dengan kolaborasi dari beberapa pihak.

Launching pertama dari Sesinema telah berlalu yaitu pada tanggal 15 februari dengan menayangkan film : Marlina Pembunuh Dalam 4 Babak. Serta diundangnya pemantik diskusi dr. Daniel selaku pengamat film yang sudah terkenal di Medan dan Avena Matondang sebagai Antropolog yang melihat sudut pandang budaya dari film ini.

Tak lupa pihak yang membantu terwujudnya pemutaran film ini juga seluruh tim dan AF sebagai official partner for venue yang rela tempatnya kita pakai.

Pada saat pemutaran film, sungguh sangat menyenangkan, dimana kita memutar film lewat aplikasi berbayar Hooq, karena ada sedikit terkendala perihal izin, dan itu sudah diatasi dengn baik. Peserta yang full house dan aktif sampai acara selesai.

Acara yang digelar semua free, meskipun ada sedikit kudapan untuk menambah kesan santai dalam acara yang dibagikan pas saat diskusi dimulai. Saya sendiri berperan sebagai moderator dalam acara tersebut. Yah, bagaimanapun saya senang sekali akhirnya ada juga orang yang perduli dengan film apalagi mengupas materi-materi film yang kami suguhkan.

Untuk kedepannya PJ (penanggung jawab) dari Sesinema ini akan berkolaborasi dengan komunitas Medan Membaca, komunitas buku di Medan, sekiranya screening film berikutnya juga tak jauh temanya dari buku. Acara ini akan berlangsung di sebuah cafe dengan organize acara oleh mereka sendiri, jadi Sesinema hanya sebagai fasilitas pemutar film saja. Tapi tak mengapa dari sini mungkin harapan saya, Sesinema akan berkembang dan terus berkembang, tim yang bekerja untuk Sesinema juga kompak dan akrab.

Dan event selanjutnya dari Sesinema akan hadir dalam waktu dekat dibulan maret juga, mirip seperti launching perdananya akan ada pemantik diskusi yang hadir, tapi belum dirampungkan karena film juga belum ditentukan. Semoga ramai seperti Sesinema 1 kemarin. Amin.


salah satu peserta yang aktif dalam kegiatan diskusi film setelah film diputar.

suasana diskusi 


Share:
Read More
,

Rumah Pohon Habitat : Wisata Panorama Alam di Langkat, Sumatra Utara




Serasa tak ada puasnya mengeksplor atraksi wisata di Sumatra Utara ini, ada saja destinasi baru, terlebih kabupaten Langkat, yang kita ketahui bersama banyak sekali objek wisata alam yang ditawarkan dari kabupaten ini. Sebut saja, Bukit Lawang, Tangkahan, Taman Nasional Gunung Leuser, Danau Lau Kawar, Kota Tanjung Pura, dan lain lain, belum lagi aktifitas wisatanya yang beragam, mulai arung jeram, trecking, serta hanya melihat-lihat saja menikmati mother nature.

Saya sendiri sebagai penikmat jalan-jalan, paling nyaman berwisata ya hanya leyeh-leyeh saja, menikmati pemandangan sekitar kalau ke alam terbuka, doing nothing. Untuk itulah ketika saya pertama kali tahu ada tempat wisata Rumah Pohon Habitat, langsung saja saya mengajak suami untuk mencatat tanggal kapan ia bisa pergi bersama.

Rabu, 20 februari 2019, sengaja memilih hari biasa agar diperjalanan tidak terlalu ramai, maklum wisata RPH itu katanya padat pengunjung dihari weekend, rasa penasaran memuncak tatkala saya mengetahui objek tersebut berasal dari kabupaten Langkat, lumayan dekat dari kota Medan.

Tidak pernah kesana sebelumnya membuat diri ini tertantang datang ke lokasi wisata mengendarai motor berdua dengan abang(suami), kami nekat, hanya berbekal google maps sebagai acuan, kami laju.

Pukul 10 pagi kami siap pergi, dari rumah sudah pasang aplikasi maps supaya tidak tersasar dan menghindari macet, ya lalu lintas kota Medan yang tak bisa diprediksi terkadang membuat gemas dan badmood sebelum kami sampai tujuan, yang ada nanti malah kesal. Saya berinisiatif untuk menghindari hal ini dengan mengencangkan mood, mempersiapkan diri untuk selalu riang dengan memainkan playlist di gadget, lagu-lagu asoy dari maliq n d'essential.

Persiapan dari rumah, kami tidak perlu membawa sekoper peralatan rumah tangga, karena berniat untuk tidak menginap alias pulang hari, ya kami cukup membawa uang yang  banyak  tergantung kemampuan. Berbekal snack dan kopi se-termos, supaya si abang tetap on selama di perjalanan. Memakai pakaian yang nyaman, pakai sepatu, bawa charger handphone, pakai jacket, helm, dan bawa mantel.

Perjalanan dari rumah ke tujuan memakan waktu sekitar 2 jam lebih 10 menit dan kurang lebih berjarak 76km. Dan itu dijalani nonstop tanpa berhenti untuk istirahat (mck) atau isi bensin. Saya tidak boleh manja. 

Di perjalanan sungguh menyenangkan, mungkin dikarenakan mood jalan-jalan itu memang positif ya, terlebih akses jalan dari rumah menuju langkat sangat mulus, semua sudah diaspal, melewati desa-desa serta udara segar, karna kami mengikuti arahan google map yang membuat kami tidak terkena macet tapi berputar-putar. Berjalan ke lokasi ini seperti berjumpa 2 musim, summer and spring. Cuaca masih bersahabat, mulai dari rumah sampai kota Binjai dan kecamatan Sei Bingei, sekitar 30 derajat celcius tak lama kemudian kita merasakan angin sepoi-sepoi, udara bersih, dan sejuk, saya merapatkan jaket dan berpelukan. 

Pola perkampungan pun berubah, mulai dari yang rapat penduduk, hingga hutan lebat, 
kami juga melewati banyak objek wisata terkenal seperti Air Terjun Teroh-teroh, Air Terjun Tongkat, Kolam Abadi Pelaruga, hingga udara berubah dari hangat ke sejuk, itu pertanda kadar oksigen di sekitar sudah semakin rapat, yah hutan hujan tropis di sepanjang perjalanan menemani kami, iya hanya kami, sepi dan mulus.

Masuk perkampungan penduduk tampaklah orang-orang menjual hasil kebun mereka sendiri dipinggir kanan kiri jalan, seperti durian, manggis, air nira dan gula aren. Memasuki Desa Telagah, disitulah saya baru tahu bahwa orang-orang bersuku Karo ada di Langkat, karena selama ini saya ketahui penduduk Langkat itu dominan bersuku Melayu, ternyata saya salah, disinilah, diperjalanan ini saya banyak mengambil pelajaran bahwa, travel it's not about destination but a journey. You know what i mean, serasa bepergian ke Kabanjahe begitulah suasananya, mirip sekali seperti perjalanan dari Medan ke Berastagi, meliuk-liuk dan hutan lebat, sesekali rumah atau perkampungan.

Ketika sedikit lagi sampai ditujuan, eh si map berubah arah, kawan, kami kesasar sekitar 2 km lagi mau sampai, ia mengarahkan kami ke jalan buntu. Inilah yang membuat saya merasa harus menunjukkan kemampuan komunikasi dengan cara bertanya keorang atau penduduk sekitar. Ternyata salah jalan, kami pun memutar dan mendengar arahan dari bapak itu. Alhamdulilah telah sampai di gerbang depan petunjuk arah lokasi wisata, yang kira-kira 1 km lagi menuju lokasi. Jalanan rusak parah. Berbatuan terjal dan licin, katanya lokasi menuju objek bukan dikelola dari pemerintah tapi langsung dari pemilik. Dan pemilik belum maksimal untuk membuat akses menuju lokasi ini mulus. Tapi tak apa mungkin karena objek wisata baru jadi mereka perlu biaya yang tak sedikit pastinya.

gerbang depan petunjuk arah masuk lokasi wisata Rumah pohon habitat.

Ohya FYI, kami menaiki sepeda motor matic Honda Beat dengan 2 orang bongsor diatasnya, dan dipaksa naik-turun bukit dan jalan terjal dalam jarak 2 km menuju lokasi, bobot yang tak biasa itu alhamdulilah telah kami lewati dengan mulus, tidak ada kendala apapun, karna yang saya takutkan adalah motor ban bocor, aku tidak bisa membayangkannya kawan.

Finally, sampailah kami ke lokasi, dan terbayar sudah punggung yang mau patah ini begitu sampai ditujuan, pemandangan luar biasa epic, meskipun cuaca mendung, saya merasa seolah langit hanya berbatas sejengkal tangan saya, kami persis seperti berada diatas gunung. Tak lama penjaga objek wisata langsung mendatangi kami dengan bertanya menginap atau tidak, kami bilang tidak, dan diberilah tiket karcis masuk seharga 25ribu rupiah, kalau menginap ya lain lagi hitungannya per orang.

Kenapa saya ingin sekali ke objek wisata ini, pertama ulasan atikel blog tentang lokasi ini masih minim, kedua memang sudah lama tak berjalan-jalan, ketiga hanya ingin tahu. Nah rasa penasaran saya ini juga membuat ingin menambah konten postingan medsos saya terlebih foto instagram, hihiii. Setelah bertanya-tanya secara tak kasat mata dengan pengelola, berikut uraian tentang lokasi objek wisata ini.



Rumah Pohon Habitat

Rumah Pohon Habitat, terletak di kabupaten Langkat, dibuka untuk umum tahun 2016, berdiri diatas bukit dengan interior kayu mendominasi, menjual keindahan alam sebagai atraksi utama wisata mereka. Dan juga memfasilitasi orang-orang yang ingin berkemah, treking serta foto instagramable.

Fasilitas, kamar untuk menginap, tenda untuk camping, spot selfie panorama alam, serta kantin dan meja-meja bersantai, mushola dan kamar mandi. Kantin hanya menjual makanan standart pengganjal perut, bukan semi cuisine yang mewah seperti diantaranya popmie dan mie instan serta minuman biasa seperti teh dan kopi.

mushola di paling ujung diatas pohon. syahdu.


kantinnya naik lagi ke atas.
dalam kantinnya.
tenda-tenda yang disewakan apabila ingin menikmati suasana camping.

Biaya masuk, tiket sepeda motor 25ribu kalau pulang hari kalau menginap dihitung perorang, 
mobil 50ribu dengan ketentuan yang sama seperti motor. Harga kamar penginapan mulai dari 300-500ribu rupiah. 

tiketnya

Katanya atraksi wisata disini yang paling anyar adalah astrophotography yaitu pemandangan alam dari langit yang cantik disaat malam hari, karena kalau cuaca bagus bintang-bintang indah akan muncul dan dapat difoto secara nyata tanpa edit. Saya gak mencobanya, lah wong jam 4 sore saya sudah arah balik pulang.

Kelebihan : wisata ini cocok untuk kalangan pencinta alam, suka foto serta tidak manja. 
Kekurangan : its unfriendly for kids, minimnya warning board disekitar objek yang tinggi dengan tangga-tangga kayu itu membuat saya sedikit jantungan apalagi untuk orangtua yang punya anak-anak hyperaktif.

Pengalaman, syukurlah kami datang sebelum hari hujan, dijam-jam tertentu lokasi ini sering hujan kalau perkiraan saya sekitar jam 3 atau 4 sore, selebihnya bagi yang menginap silahkan menikmati pemandangan alam ciptaan Tuhan yang maha indah itu apalagi saat malam dan cuaca mendukung, bawa kamera yang paten kalau ada, kalau tak ada ya tak mengapa, toh HP kita sudah mumpuni untuk mengabadikan setiap moment disana.

Berikut hasil sebagian jepretan saya dan suami yang bergantian untuk memotret maklum untuk foto berdua kami kurang nyambung hahaha.










foto diambil setelah hujan dari atas kantin.







suami naik kepapan yang saya takut menaikinya

begini prosesnya, sungguh ranting pohon itu membuatku ragu.













fantastic view.

Oke, itu saja ulasan saya apabila ada yang ingin ditanyakan silahkan ke kolom komen and jangan lupa tonton vlog saya dibawah ini. Terimakasih.








Share:
Read More

Blogger Sumut Diundang ke RRI Pro 2 Medan.




Mimpi apaaaa?!!!, Blogger Sumut diundang ke Radio Republik Indonesia Program 2 Medan, sahabat kreatif. Secara ya komunitas ini baru dibentuk januari lalu dan februari sudah diundang ke RRI Medan,  untuk tahu bagaimana ceritanya, kenapa bisa terbentuk komunitas ini bisa baca disini ya.


Yups, dalam program Numpang Nampang kali ini, kami perwakilan dari Blogger Sumut hadir 4 orang ke studio pukul setengah 4 sore, lebih cepat 30 menit dari jam siaran yang dijanjikan.


Saya dan Alfi sangat senang sekali bisa berhadir dan bersuara membawakan nama komunitas ini, sekaligus bangga karna bisa menginformasi bahwa, ada loh komunitas yang mewadahi blogger-blogger yang ada di provinsi kita ini, harapan kedepannya komunitas ini semakin melebarkan sayapnya dan merambah ke kawan-kawan lain yang suka menulis diblog.


Okeh, pengalaman kami ke studio RRI mungkin pertama kali bagi kawan-kawan yang lain, kalau saya sendri di zaman SMA udah sering main kesana tapi belum pernah siaran sama sekali, artinya ini juga pengalaman siaran pertama kali juga bagi saya, di radio sewaktu cuap-cuap saya juga sedikit menceritakan awal mula komunitas terbentuk sampai sekarang, dan menceritakan komuntas KKM yang menaungi blogsum (bloggersumut), agar orang lain juga mengenal sedikit tentang KKM ini.


Sepertinya saya disiaran ini agak banyak bercerita, maklum karna founder kan ada 2, dan Alfi tidak pede untuk ngomong, dan lagi penyiar juga komunikatif dengan kita, kita juga menceritakan bahwa ada loh salah satu member asuhan kita yang berhasil ditawari kerjasama menulis disalah satu portal berita online terkenal di Indonesia yaitu tempo.co, kami senangnya bukan main, secara ia benar-benar dari nol belajar sama kita, bangga dikit boleh dong yaa,,,


Dalam 1 jam siaran itu kita dibagi 2 sesi, yang pertama tentang profil blogsum dan yang kedua tentang KKM sembari ditanya apa keuntungan pribadi dalam menulis, saya menerangkan sedikit bahwa dalam blogsum hal-hal financial apabila ada tawaran job dan endorse itu adalah pilihan rezeki mereka masing2, sehingga ini tidak menjadi patokan bahwa member yang menulis blog untuk mendapatkan uang saja, melainkan harus terus belajar menjadi penulis agar tulisan mereka baik atau konten yang menarik, sehingga pembaca menyukai tulisan mereka.


Jadi 4 orang itu adalah saya, Alfi sebagai founder, Dyah dan Umar sebagai member blogsum yang telah lulus dari kelas menulis kita, mereka juga menceritakan bagaimana kisah suka dan duka masuk ke komunitas ini dan juga kisah menulis mereka. Setelah berbincang dengan host Anggi selama satu jam wajah kami tergores senyum, tak menyangka akan sebahagia ini, membentuk sebuah komunitas positif.

sebelum masuk studio,kita briefing dulu

siaran sudah dimulai, dan Dyah sedang berbicara

Umar terlalu bersemangat sampai tertidur haha

selfie sebelum pulang

dari arah yang berbeda: Alfi, saya, host Anggi, Dyah, Astri, Umar.
Itulah sekian cerita kami di RRI PRO 2 sahabat kreatif dalam program Numpang Nampang sabtu, 9 februari 2019. Sampai jumpa di stasiun Televisi ya. Hahaha
Share:
Read More

Coffeenatics, Tempat Ngopi Cantik Ditengah Kota Medan



Saat itu kota Medan sedang dalam minggu yang hectic tepat pada persiapan orang-orang yang ingin merayakan imlek, tanggal 5 februari kota mendadak  sepi, mereka pada kemana? jawabannya adalah cuti, rata-rata liburan karena tanggal merah dan harpitnas (hari kejepit nasional) yang selalu dimanfaatkan sebagian masyarakat kota Medan untuk pergi keluar kota, rasanya ingin seperti ini setiap hari tanpa kemacetan, kebetulan suami saya offday dan kami ingin ngopi cantik disekitaran pusat kota Medan, yah kami memlilih ke coffeenatics.

Merupakan coffeehouse dipusat kota Medan, dengan bangunan 2 lantai yang didekor senyaman mungkin dengan banyak tanaman hijau ini, ternyata lebih menjual suasana dan biji kopi blend tentunya, juga berlokasi pas di depan SMAN 1 Medan.

Untuk menunya, karena kami bersantai saja pada sore hari, cukup memesan 2 minuman, saya sendiri memilih teh strawberi dan si abang kopi cappucinno. Sambil mengobrol santai dan memainkan gadget masing-masing saya mencoba berkeliling kafe ini sambil melihat-lihat keseluruh ruangan, ya tipikal kafe hype urban di kota besar, mereka menawarkan suasana santai dan tenang, tempat ini begitu eksklusif bagi para penggemarnya, apalagi ketika saya melihat ke lantai 2, ada  salah satu spot foto yang bagus dan pencahayaan yang pas di sore hari kalaupun malam tetap ada lampu diatasnya.

Untuk rasanya, ya standart kafe, penyajian serta wadah penyajiannya classy dan apik untuk minum santai. Kalaupun untuk harga, saya sih merasa ini kemahalan tapi kalau menyesuaikan suasana yang ditawarkan ya cocok juga apalagi, kafe ini pas untuk pertemuan bisnis. Dengan alunan musik mendayu, fresh. Saya sendiri merasa nyaman.

tamu didepan meja kami


memilih duduk di outdoor karena si abang merokok


papan nama kafe
jadwal kafe terletak pas didepan pintu kaca indoor
jejeran kopi blend, racikan kopi dari berbagai belahan dunia

para bartender dan waittres yang siap siaga.
salah satu jenis snack yang tersedia di kafe

Ada juga cemilan yang menemani minum kopi, cake or snack.





Dibawah ini ada contoh beberapa menu dan harga yang diterakan pada book menu dari kafe tersebut.

lihatlah barisan menu dan angka disebelahnya, belum termasuk pajak looo.
menu makanan random, ada western juga indonesia






berbagai penghargaan untuk kopi dari kafe ini
sudut manis sebelum naik tangga ke lantai atas.


lantai 2 sebelah kanan langsung ada barisan kursi kayu serta meja yang cantik dan bersih.

sangat homey

hanya ada 1 meja yang terisi tamu di lantai atas, bisa digunakan untuk meeting khusus

ini adalah salah satu spot favorit saya, sayang tak ada orang yang mau memfotokan saya disitu.

foto dari atas tangga begitu sampai di lantai 2.


Baiklah itu saja ulasan saya mengenai kafe ini, untuk lebih lanjutnya silahkan rasakan sendiri pengalaman ngopi cantik di "kedai kopi" ini. Terimakasih.




























Share:
Read More