,

Singapura: Mural, Masjid, Malaysia Selanjutnya.




Sunday Morning, saya dan KM, nama si gadis Filipina itu janjian untuk ke daerah mural di Kampong Glam Singapore. Saya menyetujui karena ini tempat foto-foto dan harus ada teman agar bisa memfotokan kita. Nah, pagi hari kami bangun janjian pukul 7 untuk sarapan di kitchen hostel sampai pukul 8 dan saya siap-siap packing untuk check-out, eh tak lama ia membawa selendang, scarf lebih tepatnya dan memakai pakaian tertutup, katanya "i wanna be like you", mataku berkaca-kaca donk, ia ingin memakai hijab seperti saya, dan membeli hijab saya ahahha. Saya memakaikannya, "alasannya adalah saya merasa dengan menutup kepala sepertimu, kelihatannya cantik dan aman" katanya. "Cukup disini nanti kita cerita-cerita kenapa muslim wajib memakai hijab sambil berjalan-jalan ya" kataku.

Sepanjang berjalan kaki menuju tempat tujuan dan naik MRT ia tak merasa kepanasan dan tak ingin membukanya, saya jelaskan apa saja yang saya tahu tentang hijab, puncaknya adalah ia ingin masuk kedalam masjid Sultan yang berada di Kampong Glam itu. 

Ini dia highlight hari terakhir saya di Singapore.

Hari minggu, 14 juli 2019.

1. Tujuan pertama adalah Bugis Street, saya menemaninya untuk membeli oleh-oleh, dan akhirnya saya ketularan juga membeli beberapa souvenir untuk saya sendiri sebagai kenang-kenangan (dasar pelit, hahaa) sekitar 14 sgd. 
ini dia KM, teman baru ketemu di SIngapura.

pusat membeli oleh-oleh di Singapura

Di pasar ini saya lebih nyaman menyebutnya demikian karna semuanya berjualan, ada juga ada yang menjajakan "toy sex" secara terbuka. 

2. Setelah selesai di Bugis kami berjalan kaki menuju Kampong glam untuk berfoto mural dan bergantian (win-win solution). Sampai disana kami menjajaki mural di daerah Haji lane, lalu random saja sampai akhirnya menemukan mural-mural keren.
dimulai dari lorong ini, Haji lane.






kami harus atur waktu sampai pukul 12 disana, karna saya pukul 1 harus menunggu bus menuju Kuala Lumpur Malaysia di stasiun bus dekat Tekka centre, Little India.

3. Saya tetap dikira orang lokal membawa turis Filipina dan mengarahkan dia ke masjid, entah kenapa dia ingin sekali masuk kesitu, saya sampaikan kepada penjaga masjid itu bahwa saya orang Indonesia dan teman saya Filipina ini non-muslim ingin masuk kedalam, kedalam sampai ruang ibadah maksudnya, dan pakcik itu membolehkan tentu saja.

Masjid Sultan Singapore
bagian dalam mesjid
Add caption

4. Pukul 11.30 eetelah puas berfoto-foto di area itu semua, saya memutuskan untuk balik ke hostel memesan grab karena kaki mau patah, dari kampong glam ke hostel 6 sgd, ambil barang dan saya meminta KM untuk mengantar saya ke stasiun bus, jaraknya dari hostel ke stasiun bus tak jauh cukup berjalan kaki. Sebelum pergi uang saya bersisa 22,65 sgd, saya mencari akal bagaimana caranya saya bisa beli snack untuk bekal di bus menuju KL nanti, serta membeli makan siang, oke saya jajan dulu ke sebelah hostel untuk membeli snack terkenal dari singapore yaitu Golden duck. Sisanya saya ke sebelahnya lagi membeli makan siang chicken briyani seharga 7 sgd. Dan habislah lah uang saya hahaa, i thought i spend my money so wisely. 110 sgd pas untuk 2 hari 2 malam wakakaka.




5. Dari hostel menuju stasiun bus, KM tak juga melepas hijabnya, ia sangat nyaman dengan panasnya Singapore pada pukul 12.00 siang, ketika mencari stasiun bus ini drama dimulai. Ternyata alamat stasiun tidak tertera jelas. berada di blok pasar yang isinya orang-orang India dan kami harus masuk keluar bolak-balik untuk menanyakan : "sir, where is station bus to kuala lumpur", and they said just "over there" sambil mengayunkan jari menunjuk arah yang asal-asalan. Waktu semakin mepet karna takut ketinggalan bus, pukul 1 tinggal 10 menit lagi, akhirnya saya tanya kedai jualan pulsa dan dia cuma bilang, "ya tunggu saja disini nanti bus akan berhenti pas di depan kedaiku" whatttttt, tanpa petunjuk jelas, serta nama atau papan informasi seperti "Disini tempat menunggu bus XXXX menuju KL" gila kupikir. 

disinilah saya menunggu bus menuju ke Kuala Lumpur tanpa menyebrang ke gedung itu
di tengah gedung itu saya kesasar mencari stasiun bus

6. Pamitan dengan KM, dan siang ini adalah perpisahan yang indah dan kesan yang baik selama di Singapura. Next, mungkin saya sudah paham dengan jalur-jalurnya sehingga tak kesasar lagi. Say goodbye dan berpelukan, mudah-mudahan kita masih keep in touch ya. Saya naik bus tepat pukul 1 siang. Bye Singapore.

Kisah selanjutnya akan lebih seru karna akan ke 3 kota di negara Malaysia, stay tune ya. 



Share:

1 comment:

  1. Aiiihhh seru kali yang ini...kakka doakan ecy sering sering jenjalan ke luar negeri lagi. Biar makin banyak kakak2 turis yang minta dipakein hijab kayak ecy...aamiin...soale mak gardam ll lagi travelling i think so friendly and warm lah...makanya bulek piliphine aja sampek terpesona...jadi pengen hijaban juga...

    Eh...kaget juga ulala itu pasar bebas amat ya...sampek toy sex pun dijual bebas...

    And mural ya so beautiful ecy...unik2 kali kk tengok....kereeen

    ReplyDelete

Terimakasih sudah memberi komentar dengan sopan