,

Singapura: Orchad Dan Harta Karunnya.


Perpustakaan Orchard Di Mana?

Setelah pulang dari daerah Tiong bahru..


Saya akhirnya check-in pukul satu siang, hostel yang saya pilih berada di daerah Little India Singapore, sebelum sampai drama kesasar dimulai, saya naik MRT Tiong bahru menuju stasiun Bugis centre, ya saya nurut saja karna map bilang begitu. Setelah keluar dari stasiun bugis barulah saya tahu bugis street itu seperti apa, ada plaza, tempat belanja oleh-oleh dan lain-lain. Merasa sukses salah jalan, akhirnya saya balik lagi ke dalam stasiun untuk naik MRT menuju stasiun Rochor. Yah disitu harusnya saya turun. 



Hostel tak jauh dari stasiun rochor itu, maka berjalan kaki lah saya, dasar map kampret yang selalu membuat saya berputar, sampai seberang jembatan, ternyata jalan ke hostel itu cuma di belakang stasiun, saya trauma lagi atas kejadian tadi pagi, artikelnya ada disini, klik guys.


Hari kedua, sabtu 13 juli 2019. (lanjutan)


Baiklah ini dia highlightnya :


1. Akhirnya saya sampai hostel dan langsung tidur siang istirahat, dengan dorm female yang isinya "bule" semua, mereka heran dengan kedatangan makhluk dekil pakai hijab sendirian, saya harus belajar toleransi untuk menurut atas perintah pihak hostel bagaimana peraturan kamar yang isinya 8 orang berbeda itu agar semua berjalan lancar, seperti matikan lampu pukul 11 malam, tidak mengeluarkan suara, tidak kentut (oh no), dan tidur yang tenang (tidak lasak), dan saya dapat pula tempat tidur bunk bed atas. Kenyataan saya tidur mengorok, lasak dan harus ada guling, sering juga kentut, ya sudah kalau saya tidur, semua juga tidur kan. Haha. 

hostel juga dekat dengan masjid abdul gafur

daerah hostel tempat saya menginap

Ohya, setelah check-in itu kita harus bayar cash, per-malam kamar seperti saya itu sekitar 18 sgd/orang. Cukup worth-it lah karna mereka menyediakan sarapan apa adanya, dan di sebelah hostel itu ada resto briyani(masakan india muslim) dan juga minimart SEVEL. Strategis.

2. Pukul 3 sore saya bersih-bersih (mandi) ganti baju, agak dandan sedikit karna mau malam mingguan ke Orchad, ya JJS(jalan-jalan sore) lah kalau kita bilang. Pakai sendal supaya nyaman naik bus, yah saya mencoba bus tingkat dua dan duduk diatas, rasanya tinggi sekali. Melihat sekeliling tengah kota Singapura yang rapi, rindang, bersih, masyarakat yang taat aturan. Jadi perenungan, turun di halte, dan menyambung naik MRT  lagi, begitu keluar stasiun, barulah sampai di Orchad Gateway, ya lagi-lagi mall entah kenapa semua jalur MRT di Singapura ini terkoneksi langsung dengan mall, dan saya melihat segala jenis manusia tumpah ruah disini, AHHHHH TIDAAKKK, kadang saya lupa pada hari itu adalah sabtu dan juga sedang berlangsung event yaitu Singapore Great Sale dan Singapore Food Festival. 

didepan mall ini ada tempat informasi turis.


Terhimpit-himpit manusia membuat saya agak sedikit autis, akhirnya saya jajan Gar**t(popcorn) dan juga nongkrong cantik ke SEVEL untuk makan makanan beku dan murah, semua sekitar 12 sgd.

3. Puas kenyang, saya mencari toko buku di dalam mall itu, saya tanya muda-mudi setempat mereka menunjukkan lokasi di dalam mall lantai 3, dan ternyata saya menemukan Hidden Paradise di Orchad.

Add caption

pintu masuknya pas depan lift naik lantai 3


masyarakat yang rajin membaca
Sebuah perpustakaan lengkap dan gratis bagi siapa saja yang datang kesana, semua buku bacaan ada disana, and guess what? semua tempat duduk sudah penuh oleh masyarakat singapura maupun turis, saya kebagian berdiri untuk membaca novel, tak sampai habis karna lelah berdiri lama setengah jam, saya menyudahi dan berkeliling serta foto-foto. Saya melihat ada sebuah ruangan tertutup, rupanya sedang berlangsung kelas fotografi makanan, saya mau nimbrung, sudah telat karena harus daftar dulu, tapi saya intip-intip saja sedikit. 


Library Orchad buka setiap hari dari jam 9 pagi sampai 9 malam, diperuntukkan bagi siapa saja yang ingin membaca buku atau media cetak apa saja. Sangat canggih karena lengkap dan petugasnya juga sigap, sepertinya ini perpustakaan ini dipelihara oleh negara dan letaknya selalu strategis salah satunya di mall yang penuh turis ini. Ah seandainya di kotaku begini.


sebelum pulang kita tulis dulu kata-kata terimakasih buat perpustakaan ini
4. Karna saya tak tahu lagi kemana, (berpikir orchad adalah tempat mainstream turis) saya berubah haluan untuk kembali ke hostel, duduk di kitchen manatau bertemu seseorang diajak mengobrol atau teman sekamar saya.

suasana malam di depan hostel banyak bangunan mirip di daerah jalan hindu Medan ya, mereka merawat rumah-ruamh itu untuk bisnis

Ternyata benar, ketika menyeduh kopi yang saya bawa sendiri, kopi gayo hehe, semua mata tertuju pada gelas saya. Seorang wanita menghampiri dan bertanya kopi apa itu, wangi sekali, saya jelaskan dan tak lama kami berkenalan, dia adalah gadis Filipina yang juga traveling sendirian, ia sangat baik, kami bercerita dan saling mendengar, semua hal dibicarakan termasuk politik di negara masing-masing, salah satunya ia kenal dengan presiden kita. Ia seorang Forester atau peneliti hutan, masih muda, berbicara inggris sama seperti saya, buta grammer hahaaha. Kami mengobrol sampai pukul 11 malam, tak lupa memberi dia satu sachet kopi tadi untuk kenang-kenangan dan uang koin seribu rupiah untuknya, bertukar akun medsos, dan merencanakan untuk eksplor tempat terkenal lainnya besok di Singapura yaitu Masjid Sultan.

Mari tidur dan istirahat, besok hari yang panjang. 

Share:

2 comments:

  1. Perpusnya 😍 kujatuh cintaak, dan chy jujur kali engko soal perkara bobok 😂

    ReplyDelete

Terimakasih sudah memberi komentar dengan sopan