,

Acer Day Banyak Berikan Hadiah, Xtra Fun Xtra Cool





Saya merasa beruntung bisa hadir di acara Acer Day, saya sebagai konten kreator dan blogger ini membutuhkan alat tempur yang cukup mumpuni, kebetulan si Lepi dirumah sudah agak tua, dan minta dipensiunkan, agar kerjaan saya sebagai blogger berjalan lancar, efisien dan efektif. Maka saya butuh review notebook atau  laptop baru untuk mendukung kerjaan saya. Pada kesempatan itu saya jadi banyak pengetahuan tentang produk baru dari Acer yang luar biasa berinovasi, menjawab semua kebutuhan para pelaku kreator yang berkembang menjadi profesional di bidangnya, saya senang sekali. 

Acara yang berlangsung pada jumat, 26 juli 2019 di hotel Grand Aston Medan ini cukup ramai karena mengundang media cetak, online maupun blogger. Saya dan kawan-kawan sebagian member dari Blogger Sumut juga turut andil memeriahkan acara ini.

Acer memperkenalkan produk terbarunya ke awak media agar dipastikan memberi informasi yang jelas tentang produk serta program terbaru AcerDay ke khalayak ramai bahwa brand ini cukup luar biasa memberikan kepuasan terhadap konsumen.

laptop gaming Nitro 7

Acer Day 2019 Kembali Menggebrak Medan, Saatnya Miliki Laptop Idaman serta Menangkan Trip ke Korea dan 2222 Hadiah Sensasional Lainnya.

Dalam rangka anniversary Acer di Indonesia kedua puluh tahun, Acer memberikan apresiasi penuh kepada pelanggannya melalui berbagai penawaran spektakuler yang dihadirkan melalui campaign Acer Day yang #XtraFun dan #XtraCool di Indonesia. Acer Day hadir kembali tahun ini dengan sensasi penawaran terbaik disertai dengan Acer Point Reward untuk setiap pembelian laptop Acer, dimana pelanggan berkesempatan memiliki laptop gaming idaman Predator Helios 300 dengan cashback hingga dua juta rupiah, sekaligus berkesempatan memenangkan 2222 hadiah seru mulai dari 2 paket wisata ke Korea, 20 laptop tipis Swift 3 Acer Day Edition, 200 Predator headset, dan 2000 Nitro backpack. Periode promo Acer Day 2019 berlangsung mulai tanggal 18 Juli hingga 30 September 2019.    


Pada Acer Day tahun ini, pelanggan dapat menikmati berbagai penawaran istimewa, salah satunya adalah untuk pembelian laptop terbaru Acer. Untuk setiap pembelian lini produk consumers Acer selama periode Acer Day yakni di 18 Juli hingga 30 September 2019 dan melakukan registrasi melalui website Acer Day di www.acerid/acer-day, pelanggan telah memenuhi syarat untuk berkesempatan mengikuti program pengumpulan poin reward berhadiah dan memenangkan 2222 hadiah menarik.    Penawaran terbaik ini diberikan kepada pelanggan berupa cashback hingga dua juta rupiah, hadiah langsung dari beberapa produk dengan value senilai Rp3,6 juta, Office 365 dan garansi resmi tiga tahun. Pelanggan bisa memilih perangkat Acer yang paling sesuai dengan kebutuhannya, mulai dari laptop tipis, perangkat gaming, desktop PC, monitor, proyektor hingga gaming gears. Setiap pembelian produk Acer tipe apapun, akan mendapatkan poin yang bisa ditukarkan dengan kesempatan memenangkan ribuan hadiah dari Acer Day.

Melalui campaign ini, Herbet Ang selaku presiden direktur Acer Indonesia, menegaskan komitmen Acer untuk memberi energi baru dengan menyediakan inovasi tanpa batas dengan teknologi tercanggih dan terdepan bagi professional, pelajar, dan gamers. Penyelenggaraan Acer Day dan jajaran lini laptop yang dipamerkan dengan berbagai penawaran istimewa ini pun menunjukkan pengakuan Acer sebagai brand teknologi yang dipercaya pelanggan, hal ini dibuktikan melalui beberapa award bergengsi yang didapat Acer secara berturut-turut, antara lain Top Brand Award selama 12 tahun berturut-turut dan Indonesia Customer Service Award (ICSA) selama 11 tahun berturut-turut.

saya paling kiri diajak untuk memegang salah satu Acer swift series oleh Bapak Herbet Ang.


    

Laptop ConceptD Series

laptop conceptD series 
ConceptD adalah lini terbaru yang dirancang untuk para kreator. Menampilkan prosesor mobile Intel Core generasi terbaru dan dukungan graphic card mumpuni, ConceptD memiliki kekuatan dan kinerja untuk menjalankan berbagai aplikasi kreatif secara bersamaan dengan lancar tanpa hambatan. Dengan desain yang tak lekang oleh waktu sesuai untuk kalangan kreatif, pemrosesan tanpa suara setenang 40 dB, serta tampilan yang sangat baik, membuat ConceptD ini menghadirkan pengalaman berbeda dengan kompetitor.
Laptop ConceptD menampilkan akurasi warna yang lebih tinggi dengan 100% Adobe® RGB color gamut dan dukungan Delta E<1,5 yang menjamin output tampulan lebih memukau dengan akurasi warna dan ketajaman gambar yang amat baik. Lini laptop ini akan segera hadir di Indonesia.

Nah, laptop jenis inilah yang menjawab kebutuhan para profesional kreator dalam memaksimalkan hasil karyanya dengan spesifikasi dan performa yang mantul (mantap betul). Jadi semakin semangat berkarya ya.


Tak lama setelah acara kami para member Blogger Sumut berinisiatif untuk berfoto bersama dengan Bapak Herbet Ang. 









Share:
Read More

Seputar Operasi Caesar yang Perlu Ibu Ketahui





Mau Melakukan Operasi Caesar? Perhatikan Dulu 2 Hal Berikut :


Rasa tegang menjadi salah satu perasaan yang dimiliki oleh setiap ibu yang akan melakukan persalinan. Sebab, mereka akan menjalani salah satu fase paling tidak terlupakan dalam hidupnya yakni melahirkan. Melahirkan sendiri dapat dilakukan melalui dua proses yakni antara proses secara normal maupun caesar. Bagi Anda yang ingin melakukan operasi caesar, ada beberapa hal seputar luka operasi caesar yang perlu Anda ketahui. Berikut ini beberapa diantaranya.

Memilih pakaian yang tepat
Agar bekas luka pasca operasi caesar bisa sembuh dengan sempurna, Anda perlu memilih pakaian yang tepat. Pakaian perlu diperhatikan betul karena sangat menentukan proses penyembuhan luka pasca operasi. Sebab, pakaian bisa membuat luka semakin lama mengering atau bahkan bisa memperburuk luka bekas operasi caesar di perut Anda.
Dalam memilih pakaian, usahakan untuk memilih pakaian yang tidak terlalu ketat. Pilihlah pakaian yang lebih longgar untuk meminimalisir risiko luka menjadi lecet hingga berpotensi menjadi iritasi. Pilih juga pakaian dengan bahan yang licin agar bekas luka tidak menempel dan memperlambat proses pengeringan luka. Dengan memilih pakaian yang tepat, luka bekas operasi bisa kering lebih cepat dan Anda juga akan merasa nyaman dengan pakaian tersebut.

Apakah bekas luka yang berdarah berbahaya?
Apabila setelah proses operasi pendarahan terjadi di area sekitar vagina, maka hal tersebut merupakan hal yang wajar mengingat pada proses tersebut sedang terjadi proses penyembuhan di area rahim Anda. Ini disebabkan karena saat plasenta terpisah maka akan tertinggal pembuluh darah yang terbuka dan mengalir ke dalam rahim. Rahim akan kembali menyusut usai proses operasi dan sisa-sisa darah akan keluar melalui vagina.
Akan tetapi, apabila pendarahan terjadi di area bekas luka operasi, maka Anda perlu berhati-hati. Sebab, ketika terjadi gesekan, bekas luka bisa menjadi iritasi dan bahkan berujung pada luka yang kembali berdarah. Ketika bekas luka kembali berdarah, maka proses pengeringan akan berjalan lambat dan tertunda sekitar 4-6 minggu. Pastikan bekas area operasi tetap kering dan hindari gesekan untuk meminimalisir terjadinya pendarahan lanjutan pada area sekitar bekas operasi.

Itulah dua hal seputar luka operasi yang perlu Anda ketahui. Penggunaan obat luka operasi jadi salah satu hal yang wajib agar luka jadi lebih cepat sembuh. Anda bisa mendapatkan obat untuk mempercepat penyembuhan luka melalui Go Apotik secara lebih praktis dan lebih mudah.


Share:
Read More
,

Singapura: Mural, Masjid, Malaysia Selanjutnya.




Sunday Morning, saya dan KM, nama si gadis Filipina itu janjian untuk ke daerah mural di Kampong Glam Singapore. Saya menyetujui karena ini tempat foto-foto dan harus ada teman agar bisa memfotokan kita. Nah, pagi hari kami bangun janjian pukul 7 untuk sarapan di kitchen hostel sampai pukul 8 dan saya siap-siap packing untuk check-out, eh tak lama ia membawa selendang, scarf lebih tepatnya dan memakai pakaian tertutup, katanya "i wanna be like you", mataku berkaca-kaca donk, ia ingin memakai hijab seperti saya, dan membeli hijab saya ahahha. Saya memakaikannya, "alasannya adalah saya merasa dengan menutup kepala sepertimu, kelihatannya cantik dan aman" katanya. "Cukup disini nanti kita cerita-cerita kenapa muslim wajib memakai hijab sambil berjalan-jalan ya" kataku.

Sepanjang berjalan kaki menuju tempat tujuan dan naik MRT ia tak merasa kepanasan dan tak ingin membukanya, saya jelaskan apa saja yang saya tahu tentang hijab, puncaknya adalah ia ingin masuk kedalam masjid Sultan yang berada di Kampong Glam itu. 

Ini dia highlight hari terakhir saya di Singapore.

Hari minggu, 14 juli 2019.

1. Tujuan pertama adalah Bugis Street, saya menemaninya untuk membeli oleh-oleh, dan akhirnya saya ketularan juga membeli beberapa souvenir untuk saya sendiri sebagai kenang-kenangan (dasar pelit, hahaa) sekitar 14 sgd. 
ini dia KM, teman baru ketemu di SIngapura.

pusat membeli oleh-oleh di Singapura

Di pasar ini saya lebih nyaman menyebutnya demikian karna semuanya berjualan, ada juga ada yang menjajakan "toy sex" secara terbuka. 

2. Setelah selesai di Bugis kami berjalan kaki menuju Kampong glam untuk berfoto mural dan bergantian (win-win solution). Sampai disana kami menjajaki mural di daerah Haji lane, lalu random saja sampai akhirnya menemukan mural-mural keren.
dimulai dari lorong ini, Haji lane.






kami harus atur waktu sampai pukul 12 disana, karna saya pukul 1 harus menunggu bus menuju Kuala Lumpur Malaysia di stasiun bus dekat Tekka centre, Little India.

3. Saya tetap dikira orang lokal membawa turis Filipina dan mengarahkan dia ke masjid, entah kenapa dia ingin sekali masuk kesitu, saya sampaikan kepada penjaga masjid itu bahwa saya orang Indonesia dan teman saya Filipina ini non-muslim ingin masuk kedalam, kedalam sampai ruang ibadah maksudnya, dan pakcik itu membolehkan tentu saja.

Masjid Sultan Singapore
bagian dalam mesjid
Add caption

4. Pukul 11.30 eetelah puas berfoto-foto di area itu semua, saya memutuskan untuk balik ke hostel memesan grab karena kaki mau patah, dari kampong glam ke hostel 6 sgd, ambil barang dan saya meminta KM untuk mengantar saya ke stasiun bus, jaraknya dari hostel ke stasiun bus tak jauh cukup berjalan kaki. Sebelum pergi uang saya bersisa 22,65 sgd, saya mencari akal bagaimana caranya saya bisa beli snack untuk bekal di bus menuju KL nanti, serta membeli makan siang, oke saya jajan dulu ke sebelah hostel untuk membeli snack terkenal dari singapore yaitu Golden duck. Sisanya saya ke sebelahnya lagi membeli makan siang chicken briyani seharga 7 sgd. Dan habislah lah uang saya hahaa, i thought i spend my money so wisely. 110 sgd pas untuk 2 hari 2 malam wakakaka.




5. Dari hostel menuju stasiun bus, KM tak juga melepas hijabnya, ia sangat nyaman dengan panasnya Singapore pada pukul 12.00 siang, ketika mencari stasiun bus ini drama dimulai. Ternyata alamat stasiun tidak tertera jelas. berada di blok pasar yang isinya orang-orang India dan kami harus masuk keluar bolak-balik untuk menanyakan : "sir, where is station bus to kuala lumpur", and they said just "over there" sambil mengayunkan jari menunjuk arah yang asal-asalan. Waktu semakin mepet karna takut ketinggalan bus, pukul 1 tinggal 10 menit lagi, akhirnya saya tanya kedai jualan pulsa dan dia cuma bilang, "ya tunggu saja disini nanti bus akan berhenti pas di depan kedaiku" whatttttt, tanpa petunjuk jelas, serta nama atau papan informasi seperti "Disini tempat menunggu bus XXXX menuju KL" gila kupikir. 

disinilah saya menunggu bus menuju ke Kuala Lumpur tanpa menyebrang ke gedung itu
di tengah gedung itu saya kesasar mencari stasiun bus

6. Pamitan dengan KM, dan siang ini adalah perpisahan yang indah dan kesan yang baik selama di Singapura. Next, mungkin saya sudah paham dengan jalur-jalurnya sehingga tak kesasar lagi. Say goodbye dan berpelukan, mudah-mudahan kita masih keep in touch ya. Saya naik bus tepat pukul 1 siang. Bye Singapore.

Kisah selanjutnya akan lebih seru karna akan ke 3 kota di negara Malaysia, stay tune ya. 



Share:
Read More
,

Singapura: Orchad Dan Harta Karunnya.


Perpustakaan Orchard Di Mana?

Setelah pulang dari daerah Tiong bahru..


Saya akhirnya check-in pukul satu siang, hostel yang saya pilih berada di daerah Little India Singapore, sebelum sampai drama kesasar dimulai, saya naik MRT Tiong bahru menuju stasiun Bugis centre, ya saya nurut saja karna map bilang begitu. Setelah keluar dari stasiun bugis barulah saya tahu bugis street itu seperti apa, ada plaza, tempat belanja oleh-oleh dan lain-lain. Merasa sukses salah jalan, akhirnya saya balik lagi ke dalam stasiun untuk naik MRT menuju stasiun Rochor. Yah disitu harusnya saya turun. 



Hostel tak jauh dari stasiun rochor itu, maka berjalan kaki lah saya, dasar map kampret yang selalu membuat saya berputar, sampai seberang jembatan, ternyata jalan ke hostel itu cuma di belakang stasiun, saya trauma lagi atas kejadian tadi pagi, artikelnya ada disini, klik guys.


Hari kedua, sabtu 13 juli 2019. (lanjutan)


Baiklah ini dia highlightnya :


1. Akhirnya saya sampai hostel dan langsung tidur siang istirahat, dengan dorm female yang isinya "bule" semua, mereka heran dengan kedatangan makhluk dekil pakai hijab sendirian, saya harus belajar toleransi untuk menurut atas perintah pihak hostel bagaimana peraturan kamar yang isinya 8 orang berbeda itu agar semua berjalan lancar, seperti matikan lampu pukul 11 malam, tidak mengeluarkan suara, tidak kentut (oh no), dan tidur yang tenang (tidak lasak), dan saya dapat pula tempat tidur bunk bed atas. Kenyataan saya tidur mengorok, lasak dan harus ada guling, sering juga kentut, ya sudah kalau saya tidur, semua juga tidur kan. Haha. 

hostel juga dekat dengan masjid abdul gafur

daerah hostel tempat saya menginap

Ohya, setelah check-in itu kita harus bayar cash, per-malam kamar seperti saya itu sekitar 18 sgd/orang. Cukup worth-it lah karna mereka menyediakan sarapan apa adanya, dan di sebelah hostel itu ada resto briyani(masakan india muslim) dan juga minimart SEVEL. Strategis.

2. Pukul 3 sore saya bersih-bersih (mandi) ganti baju, agak dandan sedikit karna mau malam mingguan ke Orchad, ya JJS(jalan-jalan sore) lah kalau kita bilang. Pakai sendal supaya nyaman naik bus, yah saya mencoba bus tingkat dua dan duduk diatas, rasanya tinggi sekali. Melihat sekeliling tengah kota Singapura yang rapi, rindang, bersih, masyarakat yang taat aturan. Jadi perenungan, turun di halte, dan menyambung naik MRT  lagi, begitu keluar stasiun, barulah sampai di Orchad Gateway, ya lagi-lagi mall entah kenapa semua jalur MRT di Singapura ini terkoneksi langsung dengan mall, dan saya melihat segala jenis manusia tumpah ruah disini, AHHHHH TIDAAKKK, kadang saya lupa pada hari itu adalah sabtu dan juga sedang berlangsung event yaitu Singapore Great Sale dan Singapore Food Festival. 

didepan mall ini ada tempat informasi turis.


Terhimpit-himpit manusia membuat saya agak sedikit autis, akhirnya saya jajan Gar**t(popcorn) dan juga nongkrong cantik ke SEVEL untuk makan makanan beku dan murah, semua sekitar 12 sgd.

3. Puas kenyang, saya mencari toko buku di dalam mall itu, saya tanya muda-mudi setempat mereka menunjukkan lokasi di dalam mall lantai 3, dan ternyata saya menemukan Hidden Paradise di Orchad.

Add caption

pintu masuknya pas depan lift naik lantai 3


masyarakat yang rajin membaca
Sebuah perpustakaan lengkap dan gratis bagi siapa saja yang datang kesana, semua buku bacaan ada disana, and guess what? semua tempat duduk sudah penuh oleh masyarakat singapura maupun turis, saya kebagian berdiri untuk membaca novel, tak sampai habis karna lelah berdiri lama setengah jam, saya menyudahi dan berkeliling serta foto-foto. Saya melihat ada sebuah ruangan tertutup, rupanya sedang berlangsung kelas fotografi makanan, saya mau nimbrung, sudah telat karena harus daftar dulu, tapi saya intip-intip saja sedikit. 


Library Orchad buka setiap hari dari jam 9 pagi sampai 9 malam, diperuntukkan bagi siapa saja yang ingin membaca buku atau media cetak apa saja. Sangat canggih karena lengkap dan petugasnya juga sigap, sepertinya ini perpustakaan ini dipelihara oleh negara dan letaknya selalu strategis salah satunya di mall yang penuh turis ini. Ah seandainya di kotaku begini.


sebelum pulang kita tulis dulu kata-kata terimakasih buat perpustakaan ini
4. Karna saya tak tahu lagi kemana, (berpikir orchad adalah tempat mainstream turis) saya berubah haluan untuk kembali ke hostel, duduk di kitchen manatau bertemu seseorang diajak mengobrol atau teman sekamar saya.

suasana malam di depan hostel banyak bangunan mirip di daerah jalan hindu Medan ya, mereka merawat rumah-ruamh itu untuk bisnis

Ternyata benar, ketika menyeduh kopi yang saya bawa sendiri, kopi gayo hehe, semua mata tertuju pada gelas saya. Seorang wanita menghampiri dan bertanya kopi apa itu, wangi sekali, saya jelaskan dan tak lama kami berkenalan, dia adalah gadis Filipina yang juga traveling sendirian, ia sangat baik, kami bercerita dan saling mendengar, semua hal dibicarakan termasuk politik di negara masing-masing, salah satunya ia kenal dengan presiden kita. Ia seorang Forester atau peneliti hutan, masih muda, berbicara inggris sama seperti saya, buta grammer hahaaha. Kami mengobrol sampai pukul 11 malam, tak lupa memberi dia satu sachet kopi tadi untuk kenang-kenangan dan uang koin seribu rupiah untuknya, bertukar akun medsos, dan merencanakan untuk eksplor tempat terkenal lainnya besok di Singapura yaitu Masjid Sultan.

Mari tidur dan istirahat, besok hari yang panjang. 

Share:
Read More
,

Singapura: Kejar Sunrise Sampai Kaki Kebas Ke Merlion Park



Merlion Park Dan Tiong Bahru Singapura.

Dikarenakan tidak tidur semalaman, pagi-pagi buta saya sudah harus naik MRT dengan beli kartunya di bandara seharga 10 sgd isi saldonya 5 sgd, karna saya takut saldonya kurang selama saya di Singapura ini maka saya isi lagi di mesinnya secara digital 10 sgd lagi, karna katanya kalau saldo kita tinggal 3 sgd tidak bisa digunakan lagi. Ohya saya lupa bilang kalo untuk kartu internet sudah saya beli dari Medan, jadi di bandara tinggal ambil saja di store yang sudah ditentukan dan langsung aktif, 100GB supaya puas upload serta lancar internet dimanapun, teman saya bilang tak usah beli kartu internet karna di Singapore gampang dimana-mana ada wifi, tapi saya kan nanti perlu lihat google map terus makanya saya beli sekitar 12 sgd, tak apalah demi keselamatan jalan.

Baca cerita sebelumnya bagaimana saya bermalam di Changi

Hari kedua, sabtu 13 juli 2019. 

Inilah highlight saya di hari kedua dan siang pertama saya di Singapura.

1. Get in lost with MRT
Saya atau mungkin anda sekalian untuk pertama kalinya pasti bingung dengan rute MRT ini, dan tanpa basa-basi saya tanya dengan orang-orang lokal untuk bertanya di mana rute ke merlion park, belum sarapan, masih nenteng backpack kemana-kemana, anyway, pukul 6 pagi masih gelap gulita, jadi saya turun di stasiun Rafless place (kalau dari bandara masuk ke arah rute MRT ke Tuas link) jangan dibayangkan begitu turun langsung nampak si patung singa itu, masih jauh lagi neng jalan kakak ini. Harusnya saya turun di stasiun City hall, bukan di Rafles, huft dasar.


MRT pertama dari Changi.
Dengan perut kosong, jalan sudah agak sempoyongan takut masuk angin, saya berhenti untuk minum Ant***in lalu minum air yang banyak, airnya sudah pasti diisi penuh dari airport tadi, lalu pukul 6.30 keluar dari stasiun setelah berjalan agak jauh tampaklah gedung Esplanade yang katanya mirip durian itu, langit masih gelap, jangan-jangan subuh di sini jam 8 ya? saya heran tapi terus jalan hingga ikuti map yang dari tadi membuat saya mutar-mutar 3 x, ha entahlah, ternyata dari tadi saya hanya mengitari gedung itu, padahal dari jauh sudah kelihatan gedung marina bay, tapi koq merlion park-nya belum juga kelihatan, ya sudahlah, saya istirahat lagi, minum.


gedung esplanade pukul 7 pagi

2. Ternyata patung singa berada di belakang gedung Esplanade dan saya telah mengelilinginya dengan berjalan kaki sampai 3 kali, what!!. 
Ketika matahari muncul barulah saya tanya orang-orang yang sedang berolahraga di sekitaran taman dan jalan setapak dekat danau/bay, where is the merlion park and how to get there?, and they said behind that building? sambil menunjuk gedung esplanade, alahmak...... bodohnya dari tadi saya mengitari gedung itu tapi tak masuk ke dalam, ternyata patung singa ada di belakang jalan gedung itu, haaamsyiong bertha,,, mau pecah betis.


tinggal seberang jalan sudah ke Art science museum.

Hikmahnya adalah saya ternyata ikut olahraga juga dengan berjalan kaki dan membawa beban seberat 7 kg, agak berkurang lemak karena keringatan terus. Pagi-pagi yang blessing itu sangat saya kagumi, matahari pertama singapura yang saya lihat sungguh indah bersiluetkan gedung terkenal marina bay. Ahhhh wonderfull. Tak ada yang sia-sia.


sekitaran jalan ini adalah taman yang digunakan orang-orang untuk olahraga pagi, seperti lari dan jalan santai
Merlion park dan sekompleksnya itu terlalu biasa, sama seperti foto-foto turis di media sosial dan blog manapun, tapi entah kenapa semua orang ingin berfoto disitu, kalau saya sih, supaya pernah saja hihii. 


inilah alasan saya datang pagi-pagi karna masih sepi, minta tolong turis lain untuk fotoin


tak menyangka satu jam sebelumnya saya diujung gedung yang berbentuk kerang itu, luar biasa beban hidupku.
3. Dibelakang patung singa ada jembatan dan di kolongnya ada minimart SEVEL, oh God, sarapanku aman. Yah seaman-amannya saya tetap membeli satu cup mi instant entah kenapa mau muntah karna mual sebelumnya, dalam hati janganlah sampai saya sakit disini, bisa-bisa disuruh pulang pak suami nanti.




Ketika matahari tegak menyingsing, mulailah berdatangan manusia berbus-bus, mereka adalah turis dari Cina(dominan) dan Jepang, dengan guide membawa bendera. Saya mulai menyingkir, saya merasa tempat ini bakalan seperti pasar setengah jam lagi, saya pergi dan melihat google map kembali bagaimana akan ke tujuan berikutnya. Ekstrovert kadang tak nyaman dengan keramaian semacam ini.

lihat tuh manusia semua pengen foto-foto.

bus semakin banyak menepi menurunkan turis

ini loh hotel Fullerton yang tersohor itu, ternyata hanya sepandangan saja jaraknya dengan patung singa, waktu saya lewat banyak sekali tentara Singapura yang berjaga di depannya
4. Masih belum check-in hostel, padahal sudah booking jauh-jauh hari, dengan masih banyak bawaan saya nekat langsung ke Tiong bahru untuk mencari toko buku yang bagus di Singapura. Rekomen dari penulis Indonesia. Toko bukunya ada dua, satu khusus buku anak-anak dan satunya lagi untuk buku umum, keduanya dominan buku berbahasa inggris, cukup unik dan mahal. Letaknya di daerah pemukiman penduduk, sub urban Singapore, beruntung bisa foto-foto di toko buku itu. 
stasiun MRT Rafles

Sebelum ke Tiong bahru, saya berjalan disekitaran hotel fullerton menuju stasiun MRT Rafles, gedungnya saya suka seperti gedung peninggalan lama, dan juga masih ada kotak pos yang berfungsi sangat baik, ketika saya memfotonya, orang yang menaruh surat enggan untuk difoto, jadi saya foto kotak posnya saja, ternyata majunya singapura masih ada masyarakat yang mengunakan jasa pos untuk berkirim surat, malah kotaknya terawat dengan baik.



kotak pos Singapore

Saya masuk ke dua toko buku itu, saya berasumsi kenapa toko buku sebagus ini dibangun ditengah-tengah pemukiman penduduk apakah laku?, ya itu adalah pemikiran saya, kenyataannya minat baca orang-orang Singapura ini tinggi sekali, wajar negaranya maju. Waktu saya disitu, mereka membeli buku seolah itu adalah makanan harian mereka, pagi-pagi seperti sarapan, paling tidak untuk membeli koran di mesin otomatis seperti foto dibawah ini.


Woods in the books, toko buku anak-anak yang lengkap dengan segala mainan edukasi serta aktivitas yang dibuat pada jadwal tertentu dari toko ini untuk edukasi anak-anak
toko buku, Booksactually, bersebelahan dengan toko buku anak tadi, menyediakan buku-buku sastra, novel dan umum lainnya, suka dengan dekorasinya.




notebook yang dijual dengan mesin otomatis.
5. Nemuin taman yang asik buat istirahat, santai sambil gelar sarung etnik yang sengaja memang dibawa, rebahan pakai bantal unyu, pasang headset dengarkan musik, sepertinya ini adalah tempat pikinik dan bersantai masyarakat setempat karna taman ini dikelilingi apartemen yang tinggi dan banyak expatriat, anak-anak bermain leluasa, dibawah pohon rindang dan teduh, masih pukul 10.30 pagi, saya ngantuk sekali, angin sepoi-sepoi membuat saya tertidur nyenyak dalam 10 menit rasanya cukup, terbangun karna suara perut yang menggemuruh kelaparan, dan wajah yang tersengat matahari, panas sekali rasanya 2 x lipat panasnya dari Medan.  Nama lokasinya kim pong park, mirip nama orang korea yah hehe.


jalan dikit aja dari toko buku itu nemuin ini taman.
santai sejenak

sebagian keluarga yang sedang piknik sama seperti saya.
pemukiman penduduk Singapore

6. Setelah puas foto-foto dan bersantai di sekitaran Tiong bahru, saya memutuskan untuk check-in hostel, saya harus balik naik MRT dari stasiun Tiong bahru, setelah rencana diluar dugaan datang (baca sesak boker) saya harus keliling stasiun yang diatasnya adalah plaza, untuk mencari toilet, tak beruntung toiletnya tanpa air, euwh. Karena sebelumnya saya sudah searching bahwa di Singapura jarang ada toilet berbilas, saya sudah sedia tisu basah untuk hal ini.

Nah beres dengan urusan tadi perut saya semakin keroncongan, lihat-lihat sekeliling, ternyata ada restoran kecil tapi ramai, dan berlogo halal, menjual semua makanan khas Singapore, saya pun langsung jatuh hati ketika melihat gambar menu laksa, ah kebahagiaan kecil yang haqiqi, makan laksa langsung dari asalnya di Singapore adalah salah satu bucket list perjalanan saya. Rasanya luar biasa enaknya, ya ampun, setelah menahan lelah dan lapar dari pagi, tidak sia-sia jalan kaki ku ya Allah mana sepaket sama minum hanya 8 sgd. Tak bersisa.





Bagaimana kira-kira lihat laksa tadi, jadi lapar gak? eits ini masih cerita setengah harinya saja, nanti kita selesaikan sabtu indah di Orchard, bagaimana menurut anda. Nantikan cerita dan foto selanjutnya di artikel lainnya ya.

Baca juga Non-turis objek di Singapura













Share:
Read More