,

Berkunjung ke Rumah Hobbit Ala Tanah Karo




September ceria judulnya, bagaimana tidak saya dihadapkan dalam kondisi 2 bulan terakhir mengalami kondisi mental yang sedang down, tapi Tuhan maha baik, saya diberi kesempatan punya suami yang full support dalam treatment perbaikan diri, untuk itu banyak yang menyarankan kami berdua untuk menghabiskan waktu berduaan, menghirup udara segar paling tidak melepas penat sekejap dari stress kehidupan di rumah dan pekerjaan, kebetulan suami ber-ulangtahun dan dia cuti selama seminggu. 


Kami pun ambil waktu pada hari sabtu kemarin tanggal 8 september ke Tanah tinggi Karo tak perlu jauh dari kota Medan, mengingat tidak harus mahal untuk pelesiran, yah pilihan kami ke pemandian air panas Sidebu-sidebu, maksud hati agar rileks berendam air panas, tapi  pilihan tempat banyak sekali di sidebu-debu, tempat biasa yang kami datangi sudah tak lagi “enak” karna biasa saja, maka saya pun sebelum pergi malamnya searching bahwa ada pemandian air panas yang memberikan fasilitas tidak saja untuk berendam melainkan spot foto selfie yang instagramable, wah saya pun langsung tertuju pada foto-foto yang ada di "mbah gugel" itu ternyata ada rumah hobbit sebagai fasilitas utama foto di tempat itu.

Rindu Alam resort and hot spring.

Tempat ini menyajikan banyak fasilitas ternyata selain berendam, resort yang berada di kawah  gunung sibayak, tanah karo, Sumatra utara ini  makin ramai di malam hari. Kebetulan kami datang pada siang hari, agar tak terlalu pulang larut malam dan padat pengunjung, maklum kami naik motor berdua, sebelum sampai ke tujuan kami istirahat sebentar di Penetapan, yaitu tempat istirahat dimana sebelum masuk kabupaten Karo untuk istirahat sebentar untuk makan, minum ataupun toilet, warung-warung yang berjejer disebelah kiri menyajikan outdoor yang luar biasa indah, yaitu hamparan bukit-bukit nan hijau serta pemandangan ke gunung Sibayak langsung, makan jagung bakar dan minum teh panas sebentar, bahkan bisa melihat monyet yang berkeliaran langsung di dekat warung-warung itu, tak lama gerimis pun turun, kami juga harus cepat-cepat beranjak agar tak lama di Penatapan. Kami pun berkendara belok kanan sebelum kota Brastagi dan masuk ke Lau sidebu-debu, akhirnya sampailah kami di Rindu Alam resort, sebelum masuk kami diminta tiket per orang 15 ribu rupiah, itu sudah include semua, kecuali makan minum dan fasilitas penginapan.

Fasilitas Rindu Alam Resort

1.       Penginapan
2.       Pemandian berendam air panas belerang
3.       Kantin
4.       Toilet dengan air tawar
5.       Kolam renang air tawar serta seluncuran
6.       Spot foto selfie, rumah hobbit, rumah gerobak dll
7.       Parkir luas
8.    Aula rumah joglo


b   Begitu masuk, parkirkan motor disebelah kiri ada pintu masuk ke kantin serta kolam berendam air panas, seperti foto dibawah ini, kami tidak langsung pergi berendam melainkan foto-foto dahulu. Setelah berkeliling kami pun bersiap masuk ke kolam perendaman, mengobrol dan mencoba bernostalgia kembali, sambil berendam dengan kedekatan yang privasi meurut kami ternyata cara ini cukup berhasil, udara dingin menjernihkan pikiran, sepanjang hari kami senyum terus.
h   

pintu masuk

kantin
kolam-kolam berisi air hangat bukan panas menurut kami yang disediakan tidak terlalu besar, kecil-kecil cocok untuk kami yang ingin berduaan tanpa diganggu orang lain
aula joglo, di depan dari pintu masuk kantin td
itu penampakan kelas kelas penginapan nya, lihat juga latar belakang nya
Oh ya resort ini sebenarnya cocok sekali untuk outing acara kantor, berfungsi juga seperti mess karna dilengkapi aula dan kamar-kamar berbagai tipe, sayang kami tak memutuskan untuk menginap, karna harga rate kamar seharga 350rb/malam untuk kamar tipe standart nya termasuk lumayan menguras kantong.

rumah mini






masuk kedalam ternyata cuma dinding


bunga disekitaran taman rumah hobbit

Lokasi Rindu Alam Resort

Jl. Medan - Berastagi, kabupaten Karo, Lau debu-debu, masuk ikuti jalan ada baliho besar di sebelah kiri ada gapura tulisan rindu alam, langsung ke pintu masuk.

Akhirnya kami memutuskan untuk pulang pada pukul 5 sore dan mencoba makan dikantin, maklum udara dingin membuat kami lapar, pesan menu yang standart seperti nasi ayam penyet dan teh hangat, untuk rasa ya biasa saja, harga juga lumayan karna ini objek wisata. Pas pulang hari gerimis deras, dan sampai rumah sudah jam 8 malam.


Sekian cerita saya, selamat liburan. 
Share:

No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah memberi komentar dengan sopan