,

Barang Koleksi Dirumah







Setiap orang pasti mempunyai barang-barang yang dikoleksi seperti biasa, hingga yang luar biasa anti mainstream, memburu barang incaran koleksinya hingga keluar negri dan tak sedikit merogoh kocek, tapi apalah saya yang sederhana masih mengoleksi barang-barang yang kadang receh dan tak sengaja menjadi koleksi yaitu, buku, pouch dan notes, hingga kini barang itu menumpuk bukan karena sengaja dibeli melainkan karna seringnya saya ikut event atau seminar yang menghadiahkan peserta dengan goodiebag yang isinya 2 barang itu.

Kalau buku memang merupakan benda yang saya butuhkan tiap bulan, saya mempunyai bujet beberapa rupiah untuk membeli buku baru, maka itu sekarang ini saya tak lagi mengoleksi karna keterbatasan biaya untuk membeli rak buku baru maka itu saya menjual buku bekas saya pribadi untuk menukar buku lama dengan membeli buku baru, cukup efisien bukan hehe.

Lalu apakah barang koleksi tersebut bernilai materi, tentu saja iya, kalau buku, bahkan malah ada barang koleksi yang dicari para kolektor adalah benda-benda langka, maka ia pun harus mencari tempat khusus seperti balai lelang atau sebagainya.

pertama kali ikut bazaar buku bekas, koleksi saya sendiri, karna sudah bosan lihat tumpukan buku serta tak mampu membeli rak nya lagi.
Pertama sekali ikut bazaar buku dari pasar wiken di Medan, waktu itu teman saya buka event yang menyediakan tenant atau meja-meja untuk jualan, karna tumpukan buku saya lumayan buat semak dan kasihan karna sudah berdebu dan tak terurus, maka saya sortir buku mana saja yang kira-kira akan saya jual, maka saya susun lah dengan dibantu Hardi dan Desy di lokasi acara, pada permulaan laku lah buku kami 4 buah, acara bazaar yang berlangsung 8 jam itu dari pagi hingga habis magrib, lapak kami tak laku lagi.

Akhirnya saya pulang dengan memutar otak kembali, uang hasil penjualan harus dibelikan buku baru lagi, dan bagaimana sisa buku-buku jualan yang sudah disortir ini, maka saya pun membuka jual online, saya foto satu-satu bukunya, dan pajang di akun instagram buku bekas saya yaitu BIBLIOTHEQUE_SECOND artinya dari bahasa perancis perpustakaan bekas. Alhamdulilah, responnya bagus terlebih kemarin banyak buku anak-anak yang memang saya koleksi untuk kebutuhan mengajar saya (pernah jadi guru). Dan juga titip jual dengan Pendjoeal Boekoe, teman saya yang sudah kawakan menjual buku bekas ataupun baru di kota Medan ini.

Tapi ada buku yang sama sekali wajib untuk mengkoleksinyanya dan sampai saya kejar PO nya, yaitu karya kak Trinity dan Pakcik Andrea Hirata. Dua penulis itu juga lah yang mengajarkan saya kalau hidup ini tak sekedar hidup.

Yah itulah secuil cerita dari barang koleksi saya, apakah kira-kira ada yang samaan?.



Share:

4 comments:

  1. Saya juga koleksi buku, Kak, meskipun tidak serajin dulu membeli bukunya hehehe. Dan sayang sekali saya belum pernah menjual buku-buku lama ini ... justru kewalahan nyari lemari buku baru :D

    ReplyDelete
  2. Banyak buku koleksinya ya...saya jarang bener beli buku...kepeng-nya susah bener...;)

    ReplyDelete
  3. Aku jadi teringat dengan lebih dari 10 buku di rumah yang belum kelar kubaca. Hahaha. Sebetulnya aku ngga pernah khusus ngoleksi buku. Beli pun se-pinginnya aja, ngga ada waktu atau bujet tertentu. Kalau lagi pingin beli ya, hajar aja :D.

    ReplyDelete
  4. saya hobi beli buku soalnya suka sama bau buku baru. hahhaha

    ReplyDelete

Terimakasih sudah memberi komentar dengan sopan