Kemkominfo : Pojok Literasi Menciptakan Agen Literasi Keuangan yang Cerdas



Pada tanggal 21 maret 2019, pertama kalinya program Pojok Literasi dari DJIKP diselenggarakan di kota Medan, sebuah kebanggaan karena menjadi kota pertama untuk program ini, alasan dibalik kenapa program ini dibuat adalah diperlukan adanya masyarakat yang terliterasi secara menyeluruh untuk tahu bahwa Fintech yang aman seperti apa, karena kemudahan dan kecanggihan aplikasi gawai tentang keuangan semakin mudah tapi semakin juga tak aman.


Untuk itulah acara yang diselenggarakan bersama bloggercrony dan mengundang para millenials, termasuk mahasiswa dan blogger di kota Medan berlangsung meriah. Pertama sekali saya sendiri juga menyambut baik acara ini, karna saya sendiri pengguna Fintech, termasuklah fasilitasnya seperti mobile banking dan produk nonbank lainnya melalui kecanggihan teknologi dalam satu genggaman. 



Acara ini menampilkan para narasumber , yaitu 4 orang yang ahli didalamnya, mereka adalah ibu Rosarita Niken Widyastuti selaku Sekjen kemenkominfo RI, ibu Septriana Tangkary selaku direktur IKPM kemenkominfo, ibu Sondang Martha samosir selaku kepala departemen literasi dan inklusi keuangan OJK, dan Melvin Mumpuni selaku CEO Finansialku.com.


Acara resmi dari kementrian ini sudah terkonsep rapi dari hulu ke hilir, bahwa influencer, blogger atau content creator perlu tahu bahwa pengetahuan literasi sangat dibutuhkan, sehingga kami yang diundang ke acara tersebut sebagai komunitas lahir menjadi agen literasi yang memberikan info sebenar-benarnya, no hoax. 

Adapun tujuan dari acara ini yang sudah dirancang oleh ditjen kemenkominfo adalah literasi atau edukasi dengan segment yang sesuai tema, berhubung pojok literasi kali ini mempunyai tema, "fintech yang ramah bagi millenials" , maka tak heran ibu Sondang yang diundang untuk memberikan presentase nantinya akan banyak berbicara bagaimana fintech yang aman dan terdata OJK (otoritas jasa keuangan). Lalu menciptakan agen-agen literasi atau komunitas dari berbagai daerah sebagai partner pemerintah dalam membangun literasi kepada publik dan agen literasi yang terbentuk nantinya akan dibina untuk tetap eksis dan diwadahi media sosial bernama instagram di akun "pojok literasi".

Nah yang menarik adalah ketika ibu Sondang mulai memberikan presentasi mengenai apa sih itu literasi finansial. Beliau mengajak para millenials agar menjadi seorang Alika yaitu agen literasi OJK. 

Apa yang harus dilakukan oleh seorang Alika adalah memberikan pengetahuan informasi yang baik tentang keuangan yang berketentuan resmi dari OJK. Salah satu caranya adalah dalam Fintech ini, lihat semua produk Fintech yang tergabung, terdaftar dan diawasi OJK. Untuk lebih lengkapnya kita bisa cek ke OJK 157. Atau ke website resminya di www.sikapiuangmu.com, dan 2 L yaitu Legal dan Logis untuk pemahaman peer to peer lending dalam fintech. 

Kominfo memfasilitasi informasi untuk masyarakat dalam memberikan pengetahuan digital disegala bidang termasuk bidang keuangan digital. Maka itu, Pojok Literasi juga mengundang Melvin Mumpuni selaku owner dari Finansialku.com yaitu website perencanaan keuangan di Indonesia. Selain di media sosial dan website resminya, mereka juga giat dalam kampanye literasi finansial di media vlog seperti Youtube pada tahun 2017 yang baru dimulai pada bulan november. Ia memaparkan mengapa literasi finansial dibutuhkan dimasa depan karena berdasarkan fase finansial di Indonesia, yaitu pasar offline menjadi online, serta produk online dan data. Ada 3 hal yang dilakukan finansialku.com yaitu inklusi, perencanaan, literasi.

Dibawah ini ada beberapa moment yang tertangkap kamera saat acara berlangsung, dari sini kementrian kominfo RI akan melihat bagaimana persiapan kita menjadi agen literasi yang baik.






sebagian dari member komunitas blogger sumut berfoto bersama


Mba Wawa dari bloggercrony sebagai moderator acara.

ibu Septriany memberikan pidato tentang acara ini
bersama ibu Sondang setelah selesai memberikan materi

pak Melvin semangat memberikan edukasi fintech.


 
foto bersama ibu Niken sekjem keminfo RI di booth signing pojok literasi.

karna waktu yang terbatas Mba wawa memberikan sesi tanya jawab hanya untuk 3 orang penanya saja.

 

acara selesai kita berfoto bersama membentuk sinergi dalam memajukan literasi indonesia.

Setelah acara selesai, saya berpikir inilah saatnya saya menjadi agen literasi, Maka itu sudah cocokkah kita para millenials menjadi ALIKA?. Mudah-mudahan millenials dimasa depan dapat menjadi agen literasi yang cerdas.







Share:

7 comments:

  1. Semoga acara pojok literasi ini sering diadakan ya kak agar semakin banyak milenial yang melek dengan literasi keuangan

    ReplyDelete
  2. rame juga ya member blogsum yang pergi...

    ReplyDelete
  3. Mau dong ikut acara ini. Mudah-mudahan tahun depan ada acara tersebut lagi ya kak

    ReplyDelete
  4. Zaman milenia ini memang harus diiringi dengan kemajuan literasi juga ya kk, agar kita tetap menjadi manusia yang bijak menggunakan teknologi.

    ReplyDelete
  5. Kapan lagi diadain kayak begini ya? Bagus banget buat memotivasi milenial (jadi ingat ponakan2 tercinta) supaya jadi alika-alika budiman.

    ReplyDelete
  6. Wih reviewnya bersambung ternyata

    ReplyDelete
  7. Aku senang ikut acara itu, nambah pengetahuan dan juga tanggung jawab sebagai ALIKA, semoga bisa amanah ya? Btw, aku gak ikutan foto ya? Hiks!

    ReplyDelete

Terimakasih sudah memberi komentar dengan sopan