Sunday, November 25, 2018

Mie Ayam Mahmud, The Legend.

warung utama dan pusat dari mie ayam mahmud MEDAN

Sesekali matahari muncul tanpa tanggung-tanggung teriknya. Kota Medan, hampir sepanjang November berdetak di bawah langit kelabu. Musim penghujan telah tiba.
Di luar, ketika guyuran hujan sedang deras-derasnya. Saya, bersama dua orang teman sedang berada di Warung Mie Ayam Mahmud; duduk menunggu menu pesanan kami dihidangkan pramusaji sambil menikmati teh yang hangatnya aduhai ditenggorokan.
Saya begitu yakin, bahwa tak ada teman-teman di kota Medan yang tidak mengenal dan tahu Mie Ayam Mahmud, sebab gaung kelezatannya telah mahsyur terdengar di mana-mana.
"Selain di Abdullah Lubis, Mie Ayam mahmud ada di Carrefour juga kan?" Tanya satu teman saya di sela obrolan.
"Yap! Plaza Medan Fair, Citra Garden juga." Jawab saya.
"Di Amaliun ada juga. Daerah Thamrin. Kabarnya Mie Ayam Mahmud akan go nasional. Mereka sakan segera membuka beberapa gerai di  jabodetabek." Jawab satu teman saya yang lain.
"Cool! Pasti bakalan keren tuh! Secara, citarasa menunya emang top! Ni warung sejarahnya emang paten juga, kan? Dulu awalnya cuma dari jualan pakai gerobak. Bayangin aja kualitasnya bertahan sampai sekarang! Buktinya, bisa sampai buka beberapa cabang di kota Medan. Di tambah lagi yang di di pulau jawa nanti. Wadaww! Bakmi Medan segera buka di Jabodetabek !" Sambung saya dengan sangat antusias.
Secara pribadi, saya sudah begitu akrab dengan satu Warung Mie Ayam melegenda di kota Medan ini. Pelayanan dan menu-menu yang mereka sajikan belum mampu menggoyahkan iman saya untuk berpaling ke warung mie ayam lain.


selain mie ayam, mereka juga menyediakan nasi kotak.
Fyi: meskipun varian menunya cukup beragam; mulai dari menu bercitarasa asli nusantara hingga menu berbumbu oriental. Citarasa dan pesona Mie ayam jamur spesialnya tidaklah etis bila dilewatkan. Apalagi, untuk teman-teman dari luar kota yang berencana mengeksplorasi kekhasan kuliner yang ada di warung mie ayam mahmud.
Pada kunjungan kali ini, warung mie ayam mahmud tengah merilis delapan belas varian menu baru di buku menu mereka dalam rangka menyambut #30TahunMieAyamMahmud. Setelah berembuk dengan kedua teman, kami akhirnya sepakat untuk memesan tiga menu baru yang beda antara satu sama lain. Dua teman saya, masing-masing memesan Steak Tumis Sapi Lada Hitam (Rp. 30.000,-) dan Nasi Goreng Sosis Pangsit (Rp. 25.454,-). Saya memesan Mie PJ Sapi Lada Hitam (Rp. 30.000,-)



mie pj sapi lada hitam


mie ayam katsu pedas


nasi goreng sosis, yang sebenarnya lebih cocok untuk menu anak-anak

Segera setelah menu pesanan kami dihidangkan, tanpa satu pun kata yang diucapkan, tangan-tangan kami telah siaga dengan sendok dan garpu. Tepat setelah suapan pertama, saya sempat terdiam. Mie PJ Sapi Lada Hitamnya sedap sekali, saya berani jamin!!! Mie kenyalnya mantul, mantap betul. Sayuran yang dipakai pun sayuran segar, renyah saat digigit. Dan rasa rempah-rempahnya, teutama lada hitam, begitu pasnya dikawinkan dengan daging sapi bertekstur lembut, sehingga menghasilkan cita rasa yang begitu nikmat dan mantap.
Selagi sempat, kami saling menyicipi makanan yang kami pesan secara bergantian. Tak ada kesan buruk, semuanya oke meskipun level pedas dari nasi goreng sosis pangsit kurang menggigit lidah saya yang gemar akan rasa pedas. Steak Tumis Lada Hitam ternyata juga sedap sekali!!!
Pramusaji membawa tiga botol Teh Botol Sosro untuk kami minum sebagai penutup kesenangan kami. Di luar, hujan masih turun dengan cukup deras. Namun, bukannya berkurang atau tetap, para pengunjung semakin bertambah.


setiap hari selalu padat pengunjung
Apa rahasia mereka bertahan sejauh ini, selain kualitas hidangan yang mereka jual?
Saya menemukan raut wajah pengunjung. Senyum di sana ketika berinteraksi dengan para pramusaji. Saya memahami, bahwa tempat ini tentunya bukan cuma jadi tempat makan sekali lewat pemuas lapar. Namun, lebih dari itu. Kenapa hingga hari ini saya masih sangat senang berkunjung kemari? Sebab masa tiga puluh tahun bukanlah waktu yang singkat. Selamat!


3 comments:

  1. Aku pernah nyobain Steak Tumis Sapi Lada Hitam di Mie Ayam Mahmud ini, menurutku rasa lada hitamnya yang bener-bener nikmat dan potongan dagingnya juga pas dan empuk. Pokoknya selalu sukalah makan di Mie Ayam Mahmud.

    ReplyDelete
  2. Kalau kata kids zaman now, kenikmatan HQQ ya kak. Apalagi pulang ikut pengajian di Mesjid AlJihad, cusss tinggal nyebrang melapak makan mie di sini. Aku suka kali sate kerangnya itu kak. Bisa khilap kalau udah makan itu. Pas kali sama mie ayamnya endess..

    ReplyDelete
  3. kalau kesini tidak lan dan tidak bukan pesan mie ayam jamur mahmud spesial aplagi vrsi jumbonya....


    patennnn

    ReplyDelete

Terimakasih sudah memberi komentar dengan sopan