Tuesday, January 23, 2018

LOST and WIN

Pernahkah  kita merasa kehilangan orang yang benar-benar dicintai dan merasa tak mungkin pergi kemana-mana,,, saya baru pernah dan itu sekarang, kehilangan ibu yang tak pernah terpikirkan oleh saya secepat ini, rasanya tak mungkin, tak percaya, ini pasti mimpi.

Desember adalah bulan yang paling saya tunggu-tunggu terlebih itu adalah bulan ulang tahun saya dan ibu saya, dimana merayakan dengan syukuran kecil-kecilan adalah tradisi di keluarga kami, iya entah kenapa desember ini begitu kelabu, saya terlalu uring-uringan memaksa ibu saya untuk selalu mendengar curhatan saya, mendengar keluh kesah saya, mendengar rencana-rencana saya, keinginan dan semuanya, dia hanya mengangguk mungkin dalam hatinya "ayo dan bersegeralah". Semua paksaan saya itu entah kenapa harus ada dia dan dia ikut atau melihat nya, kejadian pertama diulangtahun kami yang cuma beda satu hari itu, dia buat syukuran sekaligus arisan di tempat wisata kuliner seafood, Bagan , Percut. Tak ada satupun kecurigaan kami sekeluarga dia " ada apa-apa", lanjut menjelang liburan natal dan tahun baru akhir desember, saya memaksa ibu untuk segera membeli kain bahan persiapan acara pernikahan adik laki-laki saya, saya bilang " bu, inikan pesta pertama menikahkan anak pertama laki-laki kita harus berbeda dari yang lain ", maka pergilah kami ke toko kain dan dia mengiyakan untuk memilih bahan dan warna nya, setelah nya kami pulang dengan tergesa-gesa.

Dua hari kemudian, saya melihat ada kontes blog di salah satu akun instagram, bahwasannya saya ingin sekali ikut lomba itu, hitung-hitung menambah pengalaman tentang tempat wisata baru dan saya harus mereview tempat tersebut lewat tulisan di blog saya. Saya kembali memaksa dia untuk ikut serta ke lokasi tersebut, entah kenapa saya pengen dia lihat anaknya yang bersemangat ini menang, pergilah kami kesana naik motor beramai-ramai, yah untuk review tempatnya bisa lihat disini ya, jadi taman yang luasnya 16 hektar itu ibu saya sanggup mengelilinginya dengan jalan pelan, sedikit beristirahat lalu lanjut lagi,, ya begitulah sampai semua dikelilingi dan dilihat lalu pulang, mungkin itu adalah record pencapaian jalan ibu saya yang paling jauh secara kaki nya tak bisa berjalan jauh karna sakit kebas dan kesemutan. 

Tahun baru 2018, malam nya dia tak bersama kami karna ibu dan bapak pergi ke pertemuan reuni teater di kota, saya sendirian dirumah menunggu suami pulang, tak seperti biasa malam taun baru kali ini terasa buram. Tanggal 2-6 januari saya terlalu sibuk hampir tak pernah dirumah, dia sendirian dirumah, sampai pada malam nya, kain yang dijahitnya ke penjahit telah selesai, dicobanya sambil ketawa-ketawa, dibayarnya lunas. Malam minggu, dia bersikeras memaksa saya untuk meminta saya pada hari minggu nanti jangan kemana-mana bantuin dia dirumah karna ada arisan reuni teater, entah kenapa kali ini dia sangat memaksa,,, hingga datanglah hari minggu, pada pagi nya, kejanggalan menghampiri rumah, kakek kami, ayah dari ibu kami datang memawa tas tangan bekas dan berkata ingin membeli buah pokat, sontak dia tertawa hingga keluar air mata, hari berjalan siang, acara dimulai, alat musik keyboard bapakku dimainkan, makan-makan, cerita-cerita, hingga sampai kata " pak aku oyong" kata ibuku, ia tergolek lemas di kursi panjang sambil menutup matanya, ia pusing tak terkira, kami panggil bidan setempat, cek hipertensi, tidak begitu tinggi, sampai ia terkulai tak sadarkan diri, dan bagaimanapun ceritanya ibuku masuk ruangan ICU di RS, dua malam tanpa sepatah kata pun keluar lagi dari mulutnya, tanpa melihat kami lagi, aku menangis tersedu-sedunya, mengharap pertolongan Allah, apa yang terbaik bagi ibuku, keluarga dekat, jauh, tetangga dan teman-teman semua menjenguk ke RS, malam rabu nya aku tak bisa tidur, tak tenang memikirkan yang tidak-tidak, bagaimana rumah ini kalau ibuku sudah tiada, bagaimana aku, bapakku dan adik-adikku, maka akupun nangis sejadinya.

Rabu pagi 10 januari 2018, berita duka menyambangi rumah kami, dua hari sebelumnya juga ada berita duka di satu gang yang sama, ibuku berpulang, aku merenung apa kesalahanku sampai dia tiada, ya Allah hanya doa sekarang yang bisa kuberikan, hanya nama baiknya yang bisa kujaga dan membuat dia bangga, aku tak menyangka kau secepat ini, aku belum memberimu cucu, aku gamang.

13 januari, pengumuman atas kontes blog itu terpampang di akun instagram dan aku memperoleh juara 2, aku menangis lagi, kemenangan ini kupersembahkan untuk ibuku, sebelumnya sewaktu aku ikut kontes dan bercanda sama ibu, kalau menang juara 1 dapat hape, hape nya untuk ibu, karna selama hidupnya dia tak pernah punya hape, lebih tepatnya dia tak mau pakai, inilah hasilnya bu, Allah maha tahu, Dia maha tau kalau kau tak sampai hari pengumuman sudah tiada maka aku diberi juara 2 hadiahnya voucher belanja 500ribu, sudah kuhabiskan untuk belanja keperluan rumah kita.
Akan kujaga rumah kita bu, selamat jalan, semoga kita berjuma di Jannah Allah. Amin.






ps : in memoriam my mom, foto-foto terakhir di lokasi Taman Air Percut.

Al-fatihah.



No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah memberi komentar dengan sopan