Friday, April 20, 2018

Cerita Seorang Sahabat



Maukah kau kuceritakan seorang sahabat? Menurut saya sahabat adalah cermin diri kita, siap menemani dalam hal apa saja, suka ataupun duka, selama saya hidup sampai sekarang saya hanya punya beberapa sahabat yang bisa dihitung dengan jari tangan kanan, saya akan ceritakan salah satunya yaitu DIA, saya punya banyak kawan apalagi musuh, perbedaan antara kawan dan sahabat ini jauh, sahabat itu dekat seperti bayangan kita, sedangkan kawan silahkan anda persepsikan sendiri.

Ciri-ciri orang yang mau saya ceritakan berikut ini punya kesimpulan bahwa  dia  adalah wanita muslim,  orang yang sangat biasa-biasa sekali, track record dalam ke-eksis-an dirinya di kota medan biasa saja, wajahnya manis tapi selalu merasa jelek karna ada bekas luka di wajahnya sangat mencolok, 8 tahun lebih muda dari saya, nama depannya sama dengan saya, lulusan s1 bahasa inggris sebuah PTN tapi selalu merasa salah jurusan sampai sekarang, pekerjaan guru freelance, punya kendaraan motor matic, hobi tidak pasti/biasa saja, value/nilai jual 6 dari 10, jomblo alias hanya mau taaruf karna sudah hijrah semenjak umroh, cita-cita bekerja di perusahaan bonafit dan anak perempuan sendiri bungsu dari 3 bersaudara.

Sebenarnya dirinya ini bisa menginspirasi banyak orang termasuk saya, dia saya nobatkan sebagai sahabat saya mulai malam ini, bukan karna saya menguji kesetiaan seorang teman, tapi ini perlu karna sahabat pasti ada saat kita butuh dalam keadaan senang dan susah, sama sih seperti cari jodoh perlu dicari bibit, bebet dan bobotnya.

Kenapa mesti dia dari sekian sahabat saya, dia adalah orang paling pesimis yang pernah saya jumpai, sedangkan saya kebalikannya, saya kenal dengan dia pada tahun 2015 disalah satu komunitas lembaga bahasa prancis, sudah 3 tahun berjalan dan dia selalu ada buat saya terkecuali pinjam uang karna dia tidak kerja tetap, saya selalu mengkategorikan teman dalam beberapa tim, misal :
tim hore-hore nongkrong,
tim pemburu foto/hunting,
tim sidejob saya sebagai MUA,
tim nonton bioskop,
tim pergi event,
tim cari tempat hangout baru atau kafe baru,
tim nonton konser,
tim di komunitas,
tim pergi ke mall,
tim koro-koro/karaoke,
tim pergi liburan jalan-jalan,
tim jula-jula/arisan,
tim promo/gratisan,
tim pergi pesta undangan,
tim penjenguk orang sakit,
tim pergi pengajian,
tim takziah orang meninggal, hanya tim pemburu hantu yang tidak ada, dan sistem klasifikasi ini berhasil tanpa menghadirkan rasa julid diantara sahabat saya yang lain, dan dia selalu ada di hampir semua kategori tim itu, sangat bisa diandalkan.

Kalau banyak orang punya sahabat karna punya banyak kesamaan, dia dengan saya hanya punya kesamaan di bulan ulang tahun dan nama saja, selebihnya sifat dan sikap kami berbanding terbalik, saya akan buat tabel untuk hal ini.

SAYA
DIA
Optimis
Pesimis
Cepat
Lambat
Tepat waktu
Jam karet
Cerewet
Pendiam
Menghalau masalah sepele
Membesarkan hal kecil
Tempat  curhat
Tukang curhat
Leader
Pengikut
Planner
Go with the flow
Experient
No expect
4 page CV
1 page CV
Skill : MUA and blogging
Skill : MOBA(game online), foto, and singing
Always hopefull
Hopeless dan Mudah putus asa
Confidence
Just little
Berani
Shy
Bersemangat
No spirit

Ibarat hukum simbiosis, kami itu mutualisme, saya bersifat lebih kakak-an dan dia adek-an, kalau anda lihat tabel diatas sepenuhnya anda akan berfikir kalau dia seorang yang negatif person, wajar karna anda tidak kenal dia dan memang dia masih muda, padahal semenjak saya kenal dia dibawah ini akan saya urutkan nilai kebaikan yang ada pada dirinya tapi tidak pernah disadarinya dan dapat kita tiru.

1.       Rajin ibadah, hal inilah yang mengantarkan ia dimudahkan jalan ke tanah suci mekkah masjidil haram, ia pergi umroh bersama ibunya, dan mendoakan saya dengan tulus didepan ka’bah.
2.       Penurut, selalu tabah dengan keputusan orang tua dan mengikuti perkataan orang tua, kalau orang tua suruh pulang maka harus pulang saat itu juga padahal kami sedang asik nonton bioskop misalnya.
3.       Tulus, dan tidak perhitungan, kalau dihitung entah berapakali sudah saya dijeputnya kerumah sebelum kami pergi bersama, padahal jarak rumahnya dengan saya lumayan jauh.
4.       Tidak pelit, dia hidup sederhana dan hemat, kemana-mana selalu bawa botol minum air putih, tidak mau selalu ditraktir karna merasa malu.
5.       Tidak iri dengki, kalau dia mau bisa saja dia curi ilmu apa yang ada sama saya tapi ia tidak mau karna merasa skill itu dilatih dan dia tidak punya keinginan hal yang dipaksakan orang lain. Tidak pernah menceritakan keburukan orang lain di depan orang meskipun saya kenal juga.
6.       Penjaga rahasia, meskipun curhatan saya tidak diberi solusi, tapi setidaknya rahasia saya tersimpan baik.
7.       Tahu diri, nah hal ini kadang tidak dipunyai semua orang, ke-tahudiri-annya inilah yang membuat saya senang, paham kesanggupan diri, tidak memaksa, bergaya semampunya dan tidak mau ribet
8.       Selalu mendengar nasehat, termasuk nasehat saya yang cerewet ini, padahal saya belum tentu benar.
9.       Selalu support,  apa saja rencana yang saya buat dia selalu dukung, meskipun hanya menjadi seksi wara-wiri atau jadi supir.
10.   Berperasaan tinggi, suka sedih kalau menceritakan hidupnya, padahal masalah hidupnya masih ujung kuku masalah hidup saya, tapi ya itulah dia.

Saya simpulkan dan nilai dirinya dengan penilaian saya sebagai seorang sahabat dapat mengambil beberapa nilai kebaikan yang tidak dipunyai orang lain and I always appreciate that value person, karna di zaman/era sekarang sangat susah menjumpai sahabat seperti itu, hanya dengan tulisan inilah saya sebagai sahabat sekaligus kakak dapat menghargai dirinya yang kadang mudah putus asa padahal banyak sekali nilai positif yang tak disadarinya, tetap semangat dan sehat selalu ya sot.

NB : Ohya panggilan sayang kami “blek” ntah itu untuk arti black : hitam atau yang lain, sedangkan panggilan sayang saya padanya adalah “desot”.


No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah memberi komentar dengan sopan