Books of journey

Buku adalah jendela dunia,,, artinya dengan membaca kita bisa melihat dunia lebih dr ukuran buku tsb. So, saya adalah orang kepo.. pengen segala tahu, karna saya anak 90an waktu itu majalah adalah satu2nya informasi yang bisa bolak balik di lihat, tidak seperti sekarang yg apa2 gampang buka internet, kalau saya suka artikelnya saya gunting terus buat kliping pribadi,, nah, udah tau lah ya artikelnya tentang apa... Iya Jalan-jalan.

Semenjak kecil sebenarnya ya udah pastilah pernah dibawa orangtua jalan2 yg kelasnya seperti rekreasi, piknik, atau seperti wisata atraktif. kalau pernah sekolah SD kegiatan ke museum dan ke kebun binatang,  berenang atau ke taman bermain se-rombongan naik bus udah biasalah ya semuanya, dan apalagi saya sejak SD kelas 3 udah ikut ke gunung sama grup pramuka dulu, meskipun anggota paling kecil, ibuk saya percaya aja tuh anak perempuan satu-satunya dilepas,,,whuusshhh... mungkin hal ini yang buat saya jadi berani dan suka jalan2.

Sewaktu SMA karna saya ga mampu beli majalah remaja di toko buku saya beli yg bekas aja di lapangan merdeka Medan, dari situlah kalau ada artikel jalan2 atau artikel kecantikan saya suka gunting dan ngumpulin jadi kliping, susun dan sembari nulis diary waktu zaman alay.... dari bekal yg diceritakan diatas saya baru pede aj skrg buat blog lagi setelah sebelumnya tegerus oleh kemalasan. dan saya mau fokus sekarang,,, 

Zaman kuliah, masuk pula jurusan Antropologi usu, semakin menjadilah saya melasak, merusuh, gembel dll, disertai jurusan yg bolakbalik penelitian ke daerah2 di sumatra utara dan berorganisasi di kampus, maka saya pun lebih bebas, orangtua bukannya ga peduli tapi arahnya malah lebih mendukung kalau saya ga pulang berhari2 karna penelitian atau cuma pulang sekedar ganti baju trus pergi lagi, mereka percaya aja semua apa yg saya lakukan selagi itu positif buat saya, berbanding terbalik sama ibuk saya yg lebih pendiam, jarang ngobrol, dan suka membaca, nah ini nih menurun, sama dengan bakat aktingnya dulu di teater.

Dikarenakan saya kuliah menerima beasiswa yg pembayarannya lewat ATM setiap awal semester dan jumlahnya lebih dari uang SPP, maka merdekalah saya, udah berani ke toko buku Gramedia, beli buku kuliah, gak,,, hihii saya mencari buku cerita tentang jalan2, entah itu perjalanan wisata, spritual, atau biografi orang2 terkenal. ke warnet lebih sering, dan semester 5 saya udah bisa cari tambahan uang saku  dengan menjadi tentor tempat bimbingan les di Medan yg sekarang tempat les nya tutup bangkrut. lama kelamaan saya udah sanggup beli laptop, dan bebas lah berselancar didunia maya, mencari artikel jalan2 semudah memencet tuts keyboard. baca2 blog orang dan saya pun tidak disengaja mengoleksi buku tentang travel. buku pertama yg saya beli waktu itu adalah buku naked traveler karya Trinity, awalnya dia hanyalah seorang blogger loh, dari seorang wanita pekerja kantoran hingga mantap menjadi travel writer suatu karir yg mengasyikkan bukan,,, 

Dari kerjaan part-time saya yg jadi tentor sambil kuliah, tentunya uda pede donk tiap bulan pergi ke toko buku tiap bulan harus ada paling tidak beli satu buku baru, lama2 saya tertarik dari cerita2 penulis tersebut, sambil berpikir kapan ya saya bisa kesuatu tempat yg pernah diceritakan mereka di buku itu atau kapan ya bisa seperti mereka juga (travel writer). saya terus koleksi buku yg lain dan membaca dan belajar otodidak bahasa asing lainnya dirumah, saya ga peduli kapan yg saya peduli cuma belajar aja, kita ga tau someday i'll nya, manatau ya kan.

Sudah pernah kan saya bilang di post yg sebelumnya kalau mau punya pengalaman paling tidak kita harus punya knowledge-ment jadi dalam jalan2 juga harus punya refrensi2 perjalanan dari orang2 sebelumnya yg udah pernah kesana paling tidak juga untuk bekal dan persiapan kita, kalau ga suka baca ya tanya orang, kalau ga suka ngomong ya tulis, tapi yg paling efektif ya membaca, kalaupun tidak jago baca peta, paling gak ya baca keadaan sekitar. jadi jalan2 ini juga ga terlalu perlu keahlian tapi kecerdasan, ya lebih baik lagi kalo keduanya berjalan bersamaan. jadi kira2 dari dulu sampe sekarang dibawah ini adalah sekilas dari koleksi buku yg judul belakangnya ada Traveler2 nya dan beberapa nama penulisnya.


beberapa koleksi buku tentang perjalanan
Dari semua buku di gambar atas, nama-nama travel writer yg populer adalah Trinity, claudia kaunang, asma nadia, rini hardianty dll, dalam buku masing2 sepanjang cerita mereka tidak ada yg namanya membuat kita iri dengan perjalanan nya, yg saya tangkap malah mereka menginspirasi, salah satu contohnya adalah blog yg saya buat sekarang terinspirasi dari semua penulis buku diatas, kalau saya tulis review buku mereka disini satu persatu ya rasanya ga pas aja secara uda ada semua yg buat pasti, tapi pastinya ya baca sendiri aja deh, rasanya seru aja baca petualangan mereka. ini asli yang nulis adalah orang indonesia dan kebanyakan cewek. kalau buku sejenis yg dari luar negri ya udah pasti lah the lonely planet rajanya yg dimulai dari sepasang suami istri menjelajah hingga keliling dunia dengan mobil van-nya, versi indonesia ada juga loh kalo yg saya baca bacpackneymoon, sepasang suami istri yg mirip petualangannya dengan lonely planet hanya saja si istri warga negara Indonesia dan suami WNA, mereka juga nge-blog disini

Nah, blog saya ini mungkin isinya kalau anda baca sekalian, adalah gabungan gaya penulisan trinity yg santai informatif, claudia yang sangat mendetail, dan asma nadia yg lebih mengutamakan syukur dalam jalan2nya, saya menggabungkan semuanya supaya ya lengkap aja. kalau lihat buku dibawah ini lain lagi ditulis oleh seorang mantan mahasiswa nya bapak rhenald kasali pakar ekonomi indonesia, dia memberi kata pengantar di buku ini, sangat menginspirasi saya dan menjadi bahan motivasi saya kepada murid dan mahasiswa yg asuh kemarin, semua orang adalah pemimpin paling tidak dia pemimpin bagi dirinya sendiri, begitu dia katakan dibuku itu,,, wuihh  seandainya saya menjadi mahasiswanya waktu itu mungkin saya juga belum tentu sanggup atas tugas kuliah yg anti mainstream itu, bahwa yg mengambil mata kuliah pemasaran internasional wajib punya paspor dan pergi ke negara yg tidak berbahasa melayu selama 1 bulan minimal, dan setiap detil perjalanan mereka akan menjadi report yg menentukan nilai matakuliah tersebut di akhir semester,,,,


kebetulan selama media sosial ini terus berkembang seiring waktu dan saya termasuk aktif jg didalamnya maka setiap informasi sekarang nilainya ya gratis,, jadi saya dapat info di akun salah satu kampus usu bahwa penulis Trinity akan mengisi acara di usu, langsung donk saya daftar, dan yg pasti target saya adalah semua buku dia harus di tandatangani olehnya,  benar saja saya jumpa dan ngobrol sebentar et voila nih fotonya,,,,


begitulah kawan,, membaca lah, selagi mata ini masih sehat, kalau kita tidak bisa kesana untuk melihat langsung suatu tempat paling tidak kita ikut merasakan keberadaannya dalam membaca buku. semoga aja saya juga bisa jadi salah satu seperti mereka. btw kliping saya diatas itu uda 20 tahun lhooo umurnya hehe..

happy writing, salam jalan
echy
Books of journey Books of journey Reviewed by Desy Zulfiani on Agustus 24, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.