Antropologi dimata saya

Sebab-akibat

Yah.. sepertinya kalau membahasnya secara keilmuan rasanya saya ini siapalah ya.. secara cuma alumni sarjana antropologi yg kegiatan nya sekarang freelance di bidang pendidikan dan makeup artist.. dan istri rumah tangga jg. Sekarang saya mau membahas.. kenapa antropologi belum begitu dikenal luas di indonesia.. kenapa karna org umum kalo ditanya apa itu antropologi mereka mengatakan ilmu tentang bintang2 dan binatang purba. Nah., Berangkat dari opini yg salah itu, ini adalah kasus dr sebab-akibat kenapa bisa seperti  itu maka itu saya mau menjelaskan sebabnya dr kacamata saya, dan melakukan survey kecil2an terhadap anak2 murid saya kelas 2SMA dan mahasiswa di institute pendiidikan,,,, ya kadang saya guru dan asdos hehe..

Sebabnya adalah :
- kurang sosialisasi
Tahun 2005 adalah tahun dimana mata pelajaran antropologi di sekolah SMA utk program IPS dihapuskan dr kurikulum pendidikan sampai sekarang. Akibatnya ketika murid program IPS lulus dan ingin melanjutkan ke jenjang selanjutnya aka kuliah,, tidak ada yg ingin masuk ke jurusan tsb krn mereka pikir tamatan dr antropologi masa depan nya kurang jelas. Ini sudah pasti menjadi poin utama krn sosialisasi ilmu antropologi yg paling cepat dan murah adalah dari guru dan murid,,, apalagi di USU waktu saya kuliah dulu adalah jurusan yg dianggap dr dunia ketiga.. tidak terkenal... Who knows.. urutan pertama dari SPBM yg dipilih adik2 SMA hanya lah jurusan ekonomi, akutansi, bahasa dll.. selebihnya karna supaya lulus aka di PTN bukan krn niat misal ambil jurusan sosiologi sebagai pilihan kedua atau ketiga.

- kurang nya SDM lulusan ANTROPOLOGI di kepemerintahan Indonesia
Bukan tidak banyak doktor Antropologi yg ada di negara kita, tapi mereka lebih konsen ke mahasiswa, jurusan nya dan penelitian proyek dll... Mereka lebih banyak menjadi dosen Di kampus-kampus, seminar2 akademik intinya hanya di lingkungan dunia pendidikan.. ilmu yg masih mahal.. tidak menjamah umum.
Apalagi pegawai negri,, nah lulusan ANTROPOLOGI banyak yg menjadi PNS itu guru sekolah, dan dosen. Tidak menjadi staff ahli di kementrian apa gitu,kalaupun ada kuota nya sedikit, sedangkan lulusan nya tiap tahun di seluruh indonesia mungkin ribuan tiap tahun...  beda dengan negara luar yg menganggap sarjana antropologi adalah orang yg punya solusi serba tahu apalagi kalo melibatkan masyarakat. Masyarakat indonesia yg notabene punya ribuan sukubangsa. Rata2 penerimaan PNS indonesia syarat pendidikan terakhir jarang tuh yg ada tulisan dibutuh kan sarjana antropologi utk tenaga ahli kementrian dinas ataupun BUMN. Jadi akibatnya lulusan nya kalu mau ngelamar kerja apabila ada tulisan syarat pendidikan terakhir semua jurusan barulah mereka bisa ngelamar,,, kalo tidak begitu ya jadi apa ajalah yg penting halal. Ini fenomena kawan. 

- kurang nya literasi tentang AntropologiKita tahu juga buku2 tentang antropologi di Indonesia ini sangat jarang apalagi penulisnya jg orang indonesia sendiri yg jg lulusan antropologi, hal ini jg merujuk pada berkurangnya minat terhadap Antropologi,, secara garis besar indonesia dgn 250jt penduduk. 70% nya adalah usia produktif aka anak muda, yg di zaman canggih ini minat membaca secara online adalah solusi, nah tulisan2 ttg Antropologi itu sgt jarang, apalagi dengan bahasa  yg mudah dicerna utk anak muda, saya sendiri aja nah ini pengalaman ya, saya tahu kata antropologi itu dari teman yang pada masa sma di program ips dan krn saya di program ipa (ini kejadian tahun 2004 ya) saya tanya itu pelajaran tentang apa ? dia jawab " itu pelajaran tentang manusia purba bagaimana menggunakan kapak batu danpenemuan fosil serta budaya2 y ada di indonesia" jawabnya singkat,,, saya pikir waktu itu antropologi tidak ada bedanya dengan sejarah,,, lalu krn agak penasaran (waktu itu internet masih mahal) saya tanya kk siska, (dia inspirasi saya), ternyata dia kuliah di usu jurusan antropologi, saya tanya kuliahnya ngapain aja kk, dia jawab, kuliah nya itu asik, cocok sama yang suka jalan2, suka nemu orang baru, nanya2 dll,,, dan buku pertama yang saya baca yg ada tulisan antropologinya itu adalah laskar pelangi nya Andrea Hirata tahun 2005, tahun 2006 saya mencoba spmb dengan pilihan program ips langsung fokus ke pilihan pertama bahasa jepang dan ilihan kedua adalah antropologi,,, eh akhirnya saya lulus di antro,, selang waktu pertama x  kuliah tau kalau tokoh antropologi indonesia itu  adalah pak KOENTJARANINGRAT terus kepo...kepo dan kepooooo,,,, nah dokumen2 nya ini banyak yg berasal dari luar negri,, apalagi belanda dan inggris,,,,dan teorinya juga dipengaruhi dari tokoh2 antropolog luar.


 - kurangnya media pengantar sosialisasi 

saat ini media sosial adalah media paling efektif untuk meyebarkan segala sesuatu hal, termasuk untuk ajakan, kampanye2 apapun, edukasi, lingkungan lah, sekolah, kesehatan dll, kenapa para antropolog tidak melakukan kampanye yg lebih membumi dan dengan bahsa yang mudah dimengerti oleh khalayak umum, sehingga orang yg sudah tahu antropologi maupun yang belum tahu jadi paham arahnya antropologi ini kemana, dan bukan ilmu kelas 3 ataupun dari dunia ketiga bagi manusia indonesia, misal ada film tentang antropologi yg dibuat di indonesia, skenario oleh antropolog, dimainkan oleh antropolog dan dipublikasikan secara komersil,, bukan tidak muungkin anak muda zaman sekarang lebih minat terhadapa jurusan yg keren ini bukan,,, apakah film sokola rimba yg diadaptasi dari buku nya si butet manurung bukannya film tentang antropologi dan ditayangkan di bioskop komersil,,, iya benar,, kenapa cuma satu, kenapa tidak banyak,, tidak tertarikkah produser membuat film yg secara sinematografi dan ceritanya tidak dibumbui drama,,, sekali lagi ini hanyalah alasan suka atau suka,, udah itu saja,, yang saya tau justru penjelasan antropologi lebih enak kalu sudah melibatkan visual (antropologi visual),, banyak film tentang antropologi tapi untuk kalangan khusus saja sekali lagi tidak komersil,,, you know what i mean kan,,,,

sewaktu saya kuliah (bukan curhat) bukan tidak banyak teman2 yg lain jurusan membully jurusan antropologi ini,, yg dibilang lah manusia purba,, secara juga orang2 yg kuliah dijurusan ini memang agak unik2, dan apalagi asli dari daerah jauh kampungnya,,, saya juga ga mengerti apakah memang ditakdirkan seperti ini atau tidak,,, tapi ini ya krn akibat dari sebab diatas,, anak muda yg keren2 itu ga tau esesnsi antropologi dalam kehidupannya,, atau tidak punya budaya lagi barangkali tegerus oleh zaman dan lintas budaya pop.


sekilas film komersil tentang Antropologi yg ditayangkan di bioskop luar dan dalam negri yg sudah pernah saya tonton:
(manatau jadi kepo)
1. the nanny diaries (2007) review
2. the lost city of z (2017) review
3. sokola rimba (2013) review
4. uang panai (2016) review
5. serial Anandhi (2016)
6. Kartini (2017)
7. memory of my face (2011) review
 and many more,,, selebihnya cari ajalah sendiri ya searching by google...hehe

dan Antropologi itu adalah disini

dan kenapa saya membahas antropologi di blog cerita jalan saya ini,, karna antropologi itu explorer, dan explorer itu ya jalan2,,,  hehehe bisa-bisanya saya ajah... 



salam,, antro,, eh jalan,,,


echy.




Antropologi dimata saya Antropologi dimata saya Reviewed by Desy Zulfiani on Agustus 12, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.